Fatner


Pengikut

Kisah Ibu dan Anak yang Sama-sama Mencari 'Tuhan' dan Menemukannya dalam Islam

 Kisah Ibu dan Anak yang Sama-sama Mencari 'Tuhan' dan Menemukannya dalam Islam
Aisha dan Phildel


DUBLIN - Biasanya di Barat, adalah anak dan bukan orang tuanya yang menjadi mualaf. Tidak demikian dengan Aisha dan Phildel, anaknya. Aisha, keturunan Irlandia, suatu hari memutuskan bahwa dia harus memeluk Islam apapun resikonya. termasuk, kemungkinan akan membuat Phildel, putri semata wayangnya, kecewa.

Di sisi lain, Phildel merasakan hal yang sama. Pencariannya tentang Tuhan, berujung pada Islam. Berikut kisah keduanya:


Aisha: Aku dilahirkan dalam sebuah keluarga Katolik Roma di Dublin pada tahun 1960-an. Sementara Dublin tampak seolah 'terjebak' di abad ke-19, tepat di seberang Laut Irlandia budaya hippie tumbuh subur di London. Sebagai seorang anak, saya bertanya banyak pertanyaan selama pendidikan di sekolah biara. Diskusi agama selain Katolik Roma atau "kejahatan Protestantisme" benar-benar tidak ada.

Pada usia 16 tahun aku meninggalkan Dublin dan datang ke London. Aku larut dalam kebiasaan anak muda  yang 'normal' di kota itu: melakukan kunjungan rutin ke pub dan klub. Tapi aku melihat teman-temanku selalu depresi.

usia 20-an tahun, aku memutuskan menikah dan melahirkan putri pertamayang jelita, Phildel. Aku sangat senang tetapi sering merasa seperti sebuah pasak persegi di lubang bundar; seolah-olah aku masih belum menemukan tempat yang tepat bagiku.

Suatu hari aku berbicara dengan seorang wanita mengenakan jilbab. Dia bilang dirinya Muslim dan itu adalah pertama kalinya aku pernah mendengar kata itu. Pada perkembangan berikutnya, di tempat kerja, saya mengenal beberapa Muslim dan mereka mulai bercerita lebih banyak tentang Islam.

Suatu malam aku menemukan diriku berjalan di jalanan dengan Phildel di bawah hujan dan tak tahu harus kemana, setelah bertengkar hebat dengan suamiku dan kami diusir. Aku ingat mengangkat mataku ke langit dan memohon pada Tuhan untuk membantuku entah bagaimana atau memberiku suatu pertanda kalau Dia ada. Entah bagaimana caranya, kami sampai di sebuah rumah yang ternayata milik perempuan berjilbab yang pertama kali aku mengenal Islam darinya!

Setelah menemukan rumah sendiri, aku mulai belajar Islam. Lama aku mempelajarinya, sebelum akhirnya yakin, Islamlah agama yang pas buatku. Phildel membuatku maju-mundur untuk bersyahadat, namun akhirnya aku kuatkan hati dan menjadi Muslim. Aku kini sudah menikah lagi dengan pria Muslim dan memiliki seorang anak dengannya, Amina namanya.

Phildel, yang aku besarkan sebagai seorang Katolik Roma sampai perceraianku, tanpa aku sadari sangat antusias tentang Islam dan mengatakan syahadat sendiri. Dia kemudian memilih nama Zara. Phildel kini memilih tinggal dengan ayahnya.


Phildel: ibuku dan aku sangat dekat, tidak ada seorang pun di dunia ini yang aku cintai selain dia. Pada tahun-tahun menjelang perceraian orang tuaku, kami menghabiskan lebih banyak waktu di sekitar keluarga Muslim.

Setelah perceraian kehidupan kami menjadi semakin sulit; pernikahan orang tuaku mencapai titik yang paling bergolak dan aku lebih dari lega ketika seluruh cobaan berat itu berakhir. Aku menandai perubahan yang positif dalam diri ibu dan ayah saya segera setelah mereka berpisah. Saya pikir sekitar waktu ini ibu saya mengalami pengalaman yang membangkitkan semangat luar biasa di rumah seorang teman dan kemudian menjadi seorang Muslim.

Aku? Meskipun aku tidak pernah dipaksa untuk menjadi seorang Muslim, saya menyadari langkahku menjadi Muslim adalah hasil pengaruh lingkungan. Aku tumbuh di sekitar keluarga Muslim, maka secara tak langsung pikiranku ternegaruh. Itulah sebabnya, setelah bersyahadat, aku sempat kembali ke agama lama; hanya untuk meyakinkanku agama apa sebetulnya yang dipilih hatiku.

Kini aku tinggal terpisah dari ibu - aku tinggal bersama ayah kandungku - dan berpikir Islam adalah agama yang indah. Aku senang membantu di masjid dan berbicara dengan saudara-saudara Muslimku. Kurasa aku hanya ingin mengalami sesuatu yang membuatku tahu ini adalah arah yang perlu aku ambil, arah yang benar, yaitu menjadi Muslim.

Jadi sampai sekarang aku masih belajar.

republika.co.id
Minggu, Oktober 02, 2011 | 0 komentar |


Model AS Sara Bokker: Menjadi Muslim, Aku Bak Terbebas dari Belenggu Perbudakan

 Model AS Sara Bokker: Menjadi Muslim, Aku Bak Terbebas dari Belenggu Perbudakan
Sara Bokker

Dari kecil, tak ada cita-cita lain Sara Bokker, seorang model, selain hidup berbalut kemewahan. Itu pula yang mendasarinya memilih tempat tinggal di Florida dan kemuadian South Beach di Miami, hotspot bagi mereka yang mencari kehidupan glamor. Di usia awal 20-an, ia sudah meraih mimpinya: menjadi seorang model dan personal trainer, tinggal di apartemen kelas atas, dan tiap akhir pekan berjemur sepanjang siang di Pantai Miami yang eksotis. "Sungguh sebuah living in style sesungguhnya, seperti yang kuimpikan," katanya.

Hingga kemudian, ia mengenal paham feminisme. Ia berkaca lagi. "Aku merasa aku adalah budak mode. Aku adalah 'sandera' bagi penampilanku sendiri," katanya.

Ia mulai melarikan diri dari dunia glamornya. Ia meninggalkan alkohol dan pestapora yang tak pernah dilewatkannya, dan melarikan diri pada meditasi, menjadi aktivis feminis, dan menekuni apa yang disebutnya 'agama alternatif'. "Namun kusadari kini, itu sebua hanya sebatas 'pembunuh rasa sakit' dan bukan obat yang sesungguhnya," katanya.

Di tengah kebimbangannya, Tragedi 11 september 2001 terjadi. Perang salib baru dikobarkan di seluruh Amerika Serikat, begitu ia menyatakan. Namun bagi Sara, hikmah lain datang: ia jadi mengenal ada agama bernama Islam...dan membuatnya penasaran. Informasi yang didapatkan pertama kali tentang agama ini adalah: wanita terkurung dalam tenda, diikuti oleh umat yang merupakan 'para pemukul istri', harem, dan terorisme. Sesuatu yang sungguh berlawanan dengan paham feminisme yang mulai merasuk dalam dirinya.

Suatu hari, secara iseng ia membuka kitab yang disebutnya sangat kontroversial di Barat; Alquran. Ia terhenyak. "Aku pertama kali tertarik pada gaya dan pendekatan Alquran, dan kemudian tertarik pandangan tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan, dan hubungan antara Pencipta dan ciptaan," katanya. "Aku menemukan Alquran sangat menghujam dalam sanubari, bahkan untuk memahaminya kita tak perlu interpreter atau pendeta."

Ia makin giat mempelajari Islam setelah itu. Ia membeli banyak buku-buku keislaman, atau membacanya di internet. "Hingga satu hari tanpa sadar aku membeli gaun panjang yang cantik dan penutup kepala menyerupai busana wanita Muslim dancberjalan menyusuri jalan yang sama dan lingkungan di mana beberapa hari sebelumnya aku berjalan dalam celana pendek, bikini, atau pakaian ala Barat lainnya," katanya.

Meskipun orang, lingkungan, dan toko-toko semua sama seperti sebelumnya, namun ia merasa berbeda melihatnya. terutama, saat melihat dirinya. "Bila sebelumnya orang melihatku dengan pandangan bernafsu, bak pemburu melihat mangsanya, dengan busana ini aku tak menemukannya. Tiba-tiba aku merasa rantai yang membelengguku sudah terlepas...dan aku kini bebas!" katanya.

Ia menemukan islam di jantung kehidupan bebas dunia, Amerika, Miami tepatnya. Di kota ini, ia bersyahadat.

"Hari ini aku masih seorang feminis, tapi seorang feminis Muslim, yang menyebut kaum perempuancmemikul tanggung jawab mereka dalam memberikan semua dukungan yang mereka bisa dan menjadi muslim yang baik. Untuk membesarkan anak-anak mereka sebagai Muslim sehingga dapat menjadi cahaya untuk seluruh umat manusia," katanya. Satu lagi hal penting yang dilakukannya: menyampaikan pengalamannya pada sesama perempuan yang mungkin tidak pernah memiliki kesempatan seperti dirinya.

republika.co.id
Minggu, Oktober 02, 2011 | 0 komentar |


Perut Sumber Penyakit

images8 Perut Sumber Penyakit
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما ملأ آدمي وعاء شرا من بطنه بحسب ابن آدم لقيمات يقمن صلبه فإن كان لابد فاعلا فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه ) رواه الإمام أحمد والترمذي وغيرهما )
“Tidaklah seorang anak Adam (manusia) mengisi bejana (kantong) yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah baginya beberapa suap yang bisa menegakkan tulang sulbinya. Jikalau memang harus berbuat, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Imam Ahmad, at-Tirmidzi dan rahimahumullah selainnya)
Dan diriwayatkan:
المعدة بيت الداء
”Lambung adalah rumah penyakit.”
[Riwayat ini menurut sebagian ulama bukanlah sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melainkan ucapan Al-harits bin Kaldah salah seorang thabib (dokter) dari Arab, sebagaimana disebukan dalam Maqashidul Hasanah dll]
Ilmu pengetahuan telah sampai pada suatu kesimpulan bahwa obesitas (kegemukan) dari sisi kesehatan adalah bentuk ketidakseimbangan dalam metabolisme tubuh. Dan hal itu disebabkan oleh akumulasi (penumpukan) lemak atau gangguan endokrin (kelenjar dalam tubuh).. Dan genetika (garis keturunan) tidak memiliki peran besar dalam masalah obesitas sebagaimana yang telah diyakini beberapa kalangan. Dan penelitian-penelitian ilmiah telah menegaskan bahwa obesitas (kegemukan) memiliki dampak yangberbahaya pada tubuh manusia.
Salah satu perusahaan asuransi di Amerika telah menerbitkan data Statistik yang menyatakan bahwa semakin panjang garis ikat pinggang (sabuk) semakin pendek garis umurnya. Maka orang-orang yang lingkar perut mereka lebih panjang (lebih besar) daripada lingkar dada mereka, tingkat kematiannya lebih besar/tinggi. Sebagaimana penelitian juga telah membuktikan bahwa penyakit diabetes (kencing manis/gula) lebih sering menimpa orang yang gemuk (obesitas) daripada orang normal. Dan sebagaimana obesitas juga berpengaruh pada organ tubuh yang lain dan secara khusus terhadap jantung, di mana lemak menggantikan posisi beberapa sel otot jantung, yang secara langsung mempengaruhi kinerjanya.
Maka benarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau memperingatkan kepada ummatnya tentang bahaya kegemukan dan makan berlebihan, beliau bersabda:
( المعدة بيت الداء(
”Lambung adalah rumah penyakit.”
Dan penelitian ilmiah tersebut memperingatkan untuk tidak menggunakan obat -obatan untuk menurunkan berat badan karena bahaya yang akan ditimbulkan olehnya. Dan ia mengisyaratkan bahwa pengobatan yang paling tepatl untuk obesitas dan pencegahannya adalah dengan mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk tidak israf (berlebihan) ketika makan dan dengan cara mengikuti Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika makan, sebagaimana yang dijelaskan oleh beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits yang menjadi topik pembahasan kita.
Dan hadits tersebut datang dalam rangka penerapan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
) يَا بَنِي آدَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ ( سورة الأعراف : 31
”Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31)
Dengan ini Islam telah mendahului ilmu pengetahuan modern semenjak lebih dari empatbelas abad, dalam masalah pentingnya keseimbangan dalam mengkonsumsi makanan, dan minuman. Dan Islam memperingatkan akan bahaya berlebih-lebihan dalam makan dan minum terhadap kesehatan manusia.
Perawatan organ sistem pencernaan

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
( أصل كل داء البردة ) البردة : التخمة : أخرجه الحافظ السيوطي في الجامع الصغير
”Sumber segala penyakit adalah al-baradah.” Al-baradah: at-Tukhmah (Jeleknya pencernaan makanan) (diriwayatkan oleh Imam al-Hafizh as-Suyuthi rahimahullah dalam al-Jaami’ ash-Shaghiir)
Hadits ini merupakan tanda yang paling nampak dalam masalah pemeliharaan kesehatan sistem pencernaan. Yang selanjutnya melindungi seluruh tubuh dari keracunan diri yang disebabkan buruknya sistem pencernaan, penuhnya perut (lambung) dan pengisisaannya yang melebihi kapasitasnya berupa makanan berat. Dan hal itu (keracunan) muncul juga pengisisan makanan yang keduan sebelum pencernaan makanan pertama. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya kesulitan pencernaan, dan fermentasi dalam lambung.
Kemudian peradangan menular yang akut menjadi kronis setelah sebelumnya ringan dan menyebabkan menetapnya bakteri penyakit endemis di usus yang ia mengirim racun ke dalam sistem peredaran darah. Yang seterusnya mempengaruhi sistem saraf, sistem pernafasan, saluran kemih dan ginjal dan organ vital dalam tubuh yang lainnya. Hal tersbut merupakan penyebab terjadinya gangguan fungsi dari organ-organ tersebut.
Dari sini, keajaiban medis ada pada sampainya kita pada akar penyebab segala penyakit, yaitu berlebihan (israf) dalam makanan yang menyebabkan buruknya sistem pencernaan yang hal itu akhirnya menyebabkan munculnya banyak penyakit sebagaimana diungkapkan oleh penelitian medis modern.

source:
Minggu, Oktober 02, 2011 | 0 komentar |


Palestina: Jalan Panjang Menuju ‘Kedaulatan’ di PBB

palestine flag waving Palestina: Jalan Panjang Menuju Kedaulatan di PBBnabimuhammad.info _ Para pejabat Palestina sudah meluncurkan kampanye untuk menjadi anggota penuh PBB yang didasarkan pada wilayah perbatasan 1967 dengan Jerusalem Timur sebagai ibukota.
Negara Merdeka Dan Berdaulat Penuh

Palestina, yang diwakili Otorita Palestina, sudah lama memperjuangkan negara merdeka dan berdaulat dengan wilayah Tepi Barat yang mencakup Jerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang diduduki Israel sejak perang Enam Hari pada tahun 1967. Namun perundingan damai selama dua dekade, yang beberapa kali terhenti- tidak mendapat kesepakatan. Perundingan terbaru terhenti tahun lalu.
Akhir tahun lalu, para pejabat Palestina mulai melakukan strategi diplomatik yang baru, yaitu meminta satu persatu pemerintahan untuk mengakui negara Palestina yang merdeka dengan perbatasan sebelum perang 1967. Kini mereka menginginkan agar PBB mengakui Palestina sebagai anggota penuh organisasi internasional tersebut. Saat ini Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, yang menjadi entitas dengan status pengamat. Dengan menjadi anggota penuh maka Palestina menjadi salah satu pihak dalam traktat-traktat internasional, seperti Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC, yang bisa mereka gunakan untuk menuntut pendudukan wilayah oleh Israel.
Kami akan pergi ke PBB untuk meminta hak kami yang sah, mendapatkan keanggotaan penuh Palestina di organisasi itu.”
Presiden Mahmoud Abbas, 16 September 2011
mahmoud abbas Palestina: Jalan Panjang Menuju Kedaulatan di PBB
Proses Di PBB

Prosedur yang harus dilalui untuk menjadi anggota PBB adalah melalui sidang tahunan Majelis Umum di New York tanggal 21 September.
Untuk bisa menjadi anggota PBB, Palestina membutuhkan persetujuan dari Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara. Presiden Abbas sudah mengatakan mereka akan menempuh hal itu. Rekomendasi apapun dari Dewan Keamanan membutuhan dukungan mayoritas 2/3 dari 193 anggota Majelis Umum untuk pengesahan akhir.
Untuk memulai proses ini, Abbas harus mengajukan permohonan resmi kepada Sekjen PBB, Ban Ki Moon dan dia sudah mengatakan akan melakukannya setelah menyampaikan pidato di depan Majelis Umum PBB pada tanggal 23 September. Sekjen PBB kemudain akan meneruskan permohonan itu kepada Dewan Keamanan yang akan membentuk sebuah komite.
Untuk bisa lolos, dibutuhkan dukungan sembilan dari 15 suara anggota Dewan Keamanan dan tidak ada veto dari anggota tetapnya. Namun Amerika Serikat sudah menegaskan akan menggunakan hak veto sedangkan Inggris dan Prancis sudah hampir pasti abstain karena mereka tidak bisa mendukung keanggotaan PBB untuk sebuah negara yang belum mereka akui secara bilateral.
Israel dan Wilayah Kependudukan
israel dan wilayah kependudukan Palestina: Jalan Panjang Menuju Kedaulatan di PBB
Jika Amerika Serikat memang menggunakan hak veto atau PLO kemudian mundur dari rencana keanggotaan penuh, maka mereka bisa menyampaikan resolusi kepada Majelis Umum PBB. Perhitungan suara akan dilakukan dalam waktu 48 jam setelah resolusi diterima namun tampaknya akan ditunda hingga Sidang Umum PBB akhir September atau awal Oktober. Dengan demikian akan ada waktu untuk merundingkan naskah resolusi untuk mendapat dukungan maksimal, khususnya dari negara-negara Eropa. Pengesahan resolusi hanya membutuhkan mayoritas suara terbanyak dari perwakilan negara yang hadir dan tidak ada veto.
Isi Resolusi

Resolusi bisa meminta dukungan agar Palestina diterima sebagai ‘negara pengamat bukan anggota’ yang berarti setingkat dari status PLO saat ini sebagai pengamat. Status negara pengamat bukan anggota antara lain dipegang Vatikan. Dulu Swiss pernah memiliki status ini sebelum menjadi anggota penuh.
Status itu akan meningkatkan peluang Palestina untuk bergabung dengan organisasi-organisasi milik PBB, termasuk ICC walau tidak langsung otomatis atau dijamin. Di antara warga Palestina, juga muncul perntayaan apakah negara Palestia sebagai dengan status pengamat juga akan mewakili komunitas diaspora Palestina sama dengan yang dilakukan PLO. Dalam pidatonya tanggal 16 September, Abbas menegaskan bahwa status PLO tidak akan terpengaruh.
Mahmoud Abbass speech is 007 Palestina: Jalan Panjang Menuju Kedaulatan di PBB
Pengakuan atas Palestina
Anggota tetap Dewan Keamanan : Cina dan Rusia (Prancis, Inggris, dan AS tidak mengakui)
Anggota tidak tetap Dewan Keamanan : Bosnia-Hersegovina, Brasil, Gabon, Nigeria, India, Libanon, Afrika Selatan (Kolombia, Jerman, dan Portugal tidak mengakui)
Anggota Majelis Umum : 122 (71 tidak mengakui)
Sumber : PBB, Kementrian Luar Negeri Inggris
Para diplomat mengatakan resolusi Majelis Umum juga akan bisa memasukkan jumlah negara yang sudah mengakui negara Palestina, menurut duta besar Palestina di PBB saat ini mencapai 126 negara. Selan itu, resolusi juga bisa mencakup permintaan kepada Dewan Keamanan agar Palestina diterima sebagai anggota penuh PBB maupun parameter dalam perundingan antara Israel dan Palestina.
Jadi Palestina bisa menggunakan jalur Dewan Keamanan atau Majelis Umum, maupun keduanya.
Efek Pengakuan Kedaulatan Palestina di PBB
Mendapatkan pengakuan Palestina sebagai sebuah negara dengan perbatasan 1967 jelas menjadi sebuah perlambang penting. Resolusi Dewan Keamanan 242, setelah perang Enam Hari 1967, menuntut ‘penarikan mundur pasukan bersenjata Israel dari kawasan yang diduduki saat konflik baru-baru ini.’ Walau Israel menanggapi makna dari resolusi itu, dunia internasional secara luas menerima bahwa perbatasan pra-1967 harus menjadi basis dari perundingan damai.
Masalahnya, bagi Palestina, adalah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak perbatasan tersebut sebagai dasar untuk perundingan. Bulan Mei tahun ini, Presiden Barack Obama menyerukan perundingan tentang perbatasan dengan dasar pada garis 1967 namun Netanyahu mengatakan hal itu tidak realistis dan tidak bisa dipertahankan. Dia merujuk pada fakta-fakta baru di lapangan yang terjadi sejak tahun 1967, antara lain hampir setengah juta warga Israel yang tinggal di 200 lebih kawasan pemukiman di Tepi Barat dan Jerusalem Timur. Pertukaran wilayah sempat dibahas dalam perundingan sebelumnya untuk mengatasai masalah itu.
Palestina berpendapat menjadi anggota penuh PBB akan memperkuat posisi mereka dalam perundingan damai dengan Israel, khususnya dalam berbagai masalah penting: status Jerusalem, masa depan pemukim Yahudi, garis perbatasan, kepulangan pengungsi Palestina, air, maupun keamanan. Sementara Israel mengatakan peningkatan status Palestina di PBB merupakan tindakan sepihak yang akan meniadakan perundingan selama ini.
Timing Yang Tepat
Alasan utamanya adalah perundingan damai yang terhenti. Namun Palestina juga mengatakan bahwa rencana PBB ini cocok dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Kuartet Timur Tengah -yaitu Uni Eropa, Amerika Serikat, Rusia, dan PBB- berkomitmen untuk mencapai penyelesaian konflik Israel-Palestina pada September 2011. Tahun lalu, Presiden Obama juga mengungkapkan harapan bahwa batas waktu itu bisa dicapai. Perdana Menteri Otorita Palestina, Salam Fayyad, mengatakan Palestina sudah berhasil mengembangkan institusi-institusi negara dan siap menjadi sebuah negara merdeka yang berdaulat. Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional, IMF, juga sudah mengatakan hal yang sama.
Di sisi lain unjuk rasa prodemokrasi di dunia Arab belakangan ini juga menambah energi dalam jajak pendapat Palestina. Para pejabat sudah meminta agar kelompok masyarakat madani melakukan unjuk rasa damai untuk memeperlihatkan dukungan atas permohonan menjadi anggota penuh PBB.
Perbedaan Pengakuan Pada Tahun 1988
Tahun 1988, pemimpin Palestina, Yasser Arafat, sudah menyatakan sebuah negara Palestina dengan perbatasan 1967 dan mendapat pengakuan dari 100 negara lebih, khususnya negara-negara Arab, Non Blok dan, negara-negara beraliran komunis yang sebagian besar terletak di Amerika Latin. Bagainamapun keanggotaan penuh di PBB sebagai negara berdaulat akan memiliki dampak yang lebih besar karena PBB sebagai lembaga internasional yang mempunya jangkauan luas dan juga sumber dari sejumlah undang-undang internasional.
Mereka Yang Mendukung Dan Menolak
Jajak pendapat baru-baru ini menyebutkan permohonan menjadi anggota PBB ini dudukung oleh sejumlah besar warga Palestina di wilayah pendudukan. Faksi utama Fatah, pimpinan Abbas, mendukungnya walau dukungan tidak sama kuatnya dari faksi saingan, Hamas, yang menguasai Jalur Gaza.
Setelah rekonsiliasi antara keduanya, pemimpin Hamas menerima konsensus yang meluas tentang pembentukan negara Palestina berdasarkan perbatasan sebelum 1967 namun secara resmi tetap menolak pengakuan atas Israel. Setelah pidato Abbas pada tanggal 16 September, Hamas mengatakan permohonan ke PBB itu sebagai risiko yang besar.
Di kawasan Timur Tengah, 22 anggota Liga Arab memberikan dukungan sepenuhnya atas gagasan itu.
Penentangan utama datang dari Israel. “Perdamaian hanya bisa dicapai melalui meja perundingan. Upaya Palestina untuk memaksakan pemukiman tidak akan membawa perdamaian,” tutur Netanyahu di depan sesi gabungan Kongres Amerika Serikat pada Bulan Mei. Pejabat Israel sudah memperingatkan bahwa pengajuan menjadi anggota PBB akan menghentikan proses perundingan. Mereka juga khawatir atas kemungkinan Palestina menggugat dengan dakwaaan kejahatan perang lewat ICC dan mengatakan hal itu mempunyai potensi memicu kekerasan di Tepi Barat. Para pemukim Yahudi sudah mendapat pelatihan dari militer Istrael sebagai persiapan menghadapi skenario itu.
Amerika Serikat bergabung dengan Israel untuk mendesak Palestina mundur dari permohonan ke PBB dan kembali ke meja erudingan, yang selama ini terhambat karena masalah pemukiman. Dalam pidatonya baru-baru ini tentang Timur Tengah, Presiden Obama menyebut upaya Palestina ini sebagai ‘tindakan simbolis untuk mengisolasi Israel di PBB.’ Gedung Putih sudah mengirim dua utusan ke Timur Tengah untuk membujuk Palestina agar mengubah rencana. Bagaimanapun pejabat Palestina mengatakan Amerika tidak memberikan alternatif selain menuju keanggotaan PBB.
Hanya sembilan dari 27 anggota Uni Eropa yang mengakui Palestina sebagai negara dengan perbatasan 1967. Negara-negara lainnya tampak semakin bergerak menyukai gagasan itu antara lain karena rasa frustrasi atas pemerintahan Netanyahu dalam perundingan damai Israel-Palestina yang mereka lihat amat sulit untuk diajak berunding berkaitan dengan isu pemukiman. Inggris, Prancis, dan Jerman kemungkinan mendukung resolusi Majelis Umum jika mencakup peta jalan yang jelas untuk kembali ke meja perundingan.~~

nabimuhammad.info
Minggu, Oktober 02, 2011 | 0 komentar |


Upaya Kristenisasi Di Mushalla

 http://www.sabili.co.id/images/resized/images/stories/fruit/bimbingantauhid25-setosabili_200_200.jpg

Seperti biasanya, menjelang Dzuhur, Sumaryono, aktivis Muhammadiyah di Kelurahan Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur, pergi ke mushalla untuk shalat berjamaah. Yono datang lebih awal karena bertugas mengumandangkan adzan tepat waktu di mushalla yang hanya 500 meter dari rumahnya. Setiba di mushalla yang lokasinya di belakang Stasiun Kereta Api Pondok Kopi ini, Yono melihat buku saku bersampul kuning tergeletak di bawah pintu.

Awalnya, ia mengira buku berjudul “Jalan Tauhid Lurus ke Surga” itu adalah bacaan islami, karena banyak mengutip ayat-ayat al-Qur'an. Tapi setelah meneliti lebih seksama, ternyata isinya menyudutkan Islam, Allah dan Nabi Muhammad saw.

“Ini pasti buku Kristenisasi,” batin Yono. Maka, tanpa pikir panjang, ia mencari orang yang memasukkan buku ini ke mushalla. Di luar hanya ada anak-anak kecil yang memegang selebaran tentang kiamat.

Selebaran ini juga misterius, karena tidak mencantumkan nama dan alamat penerbit. Isinya juga banyak mengutip al-Qur'an dan hadits, tapi menyanjung Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat. Maka, Yono menyimpulkan, ”Ini juga Kristenisasi.”

Menurut anak-anak yang sedang main di halaman mushalla itu, buku dan selebaran ditaruh orang yang tak mereka kenal. Anehnya, orang itu memakai baju koko dan peci.

Buku yang berjudul “Jalan Tauhid Lurus ke Surga” ini berisi ajakan untuk beribadah menyembah Yesus Kristus. Ini terlihat pada bagian yang mengajak pembaca untuk menyeleksi para nabi, dimulai dari Ibrahim, Musa, Yesus, sampai Muhammad saw.

Ia menulis, “Sebelum mengikuti satu tokoh, seharusnya dikenali lebih dulu watak tokoh itu, apalagi jika hendak menyembah tokoh tersebut.” (hlm 15).

Ajakan yang sarat kemusyrikan ini bertolak belakang dengan spirit judul yang menawarkan jalan tauhid yakni, beribadah hanya kepada Allah SWT. Memilih nabi manapun sebagai tokoh untuk dijadikan sebagai Tuhan adalah langkah yang salah dalam beragama. Sebab para nabi tak satupun yang memproklamirkan diri sebagai Tuhan. Semua nabi mengajak manusia beribadah dan menyembah pada satu-satunya Tuhan yang haq yaitu Allah SWT.

Nabi Ibrahim mengajak umatnya menyembah Allah yang Maha Menciptakan, Maha Memberi hidayah, Maha Memberi rezeki, Maha mengampuni, Maha menyembuhkan, menghidupkan dan mematikan  (QS az-Zukhruf: 27-28, asy-Syu’ara: 78-82). Nabi Musa pun bertauhid pada Allah yang menciptakan bumi, langit dan seluruh isinya (QS asy-Syu’ara: 24, al-A’raf: 121-122). Bandingkan dengan Alkitab (Bibel) tentang ajaran tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, 4:39, 6:4, dan 32:39).

Nabi Isa (Yesus) juga mengajak umatnya untuk bertauhid menyembah Allah tanpa mempersekutukan dengan sesuatu apapun. Dengan keras beliau menyatakan kafir bagi orang yang menjadikan dirinya sebagai Tuhan. Semua orang yang mempersekutukan Allah itu haram masuk surga dan akan dimasukkan di neraka (QS al- Ma’idah: 72-73).

Jika berpikir objektif, semestinya penulis buku pemurtadan ini bisa menangkap ajaran tauhid Yesus dalam Bibel. Secara tegas Yesus mengajarkan kepada muridnya bahwa hukum yang paling utama adalah mengesakan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang benar, dan mengakui Yesus bukan sebagai Tuhan tapi utusan Tuhan (Markus 12: 29, Yohanes 17: 3).

Muhammad saw sebagai nabi pamungkas juga mengajarkan tauhid (QS Muhammad 19, as-Syuuraa: 11, al-An’aam: 163, al-Mukminun: 91, an-Nahl: 51, dan lainnya). Jadi, betapa pun hebatnya sang tokoh, tapi ia tidak boleh dijadikan sebagai Tuhan, karena sampai kapan pun tokoh itu adalah makhluk (ciptaan) Tuhan. Maka kekaguman pada seorang tokoh hendaklah dialamatkan pada Tuhan yang memberikan kehebatan (mukjizat) pada tokoh itu.

Mungkin saja, penginjil penulis brosur ini masih rabun imannya, sehingga tidak bisa membedakan antara manusia dengan Allah. Seyogianya ia menelaah buku “Perbedaan Allah dan Tuhan Rekayasa dalam Tinjauan Al-Qur'an.” Dalam buku ini, penulisnya, Muhammad Thalib, menjelaskan 20 karakteristik yang membedakan Allah SWT dengan Tuhan rekayasa atau ciptaan manusia.

Tapi penulis buku kristenisasi ini cukup licik dalam mengelabui pembaca. Agar tidak dituding Kristenisasi, ia tidak mau mengaku sebagai Kristen, melainkan seorang “Ahlul Injil” (penganut Injil). Injil yang dimaksud juga bukan kitab Injil, karena Yesus tidak membawa kitab dan tidak menerima wahyu (firman) Tuhan, karena Yesus itu adalah wujud dari firman Tuhan.

Menurutnya, Injil hanyalah berita suka cita yang disampaikan oleh Yesus (hlm 18).

Tipuan ini sebenarnya menipu diri sendiri, karena pada beberapa bagian ia tidak menutupi iman kekristenannya. Misalnya, ketika mengajak pembaca untuk mengakui doktrin Kristen tentang inkarnasi Tuhan menjadi Yesus:

“Janji setia Ahlul Injil berbunyi: ‘Saya menyembah Tuhan yang menciptakan diriku yakni, Pemilik surga.... yang tampil dalam wujud manusia Yesus Kristus. Amin” (hlm 20).

Menyatakan diri sebagai Ahlul Injil yang berbeda dengan Kristen karena berpedoman pada Injil Yesus, bukan Injil dalam Bibel, adalah kebohongan yang tidak lucu. Karena pada halaman terakhir, ia menyebutkan 7 sikap Ahlul Injil yang semua didasarkan pada Injil Matius, Markus, dan Yohanes. Lantas, apa bedanya Ahlul Injil dengan Kristen? Sami mawon, dong!

Keyakinan bahwa Yesus tidak menerima wahyu (firman) dari Tuhan, semakin membuktikan bahwa misionaris penulis buku saku ini hanyalah teolog abangan yang tidak memahami kitab sucinya sendiri. Apalagi terhadap kitab suci agama lain. Pasalnya, pernyataan misionaris ini dibantah oleh Yesus dalam Bibel: “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepadaku telah kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya,” (Yohanes 17:8).

Jika Yesus diyakini tidak pernah menerima firman Tuhan karena Yesus adalah wujud inkarnasi firman Tuhan, apakah sabda Yesus dalam Injil Yohanes tersebut harus digadaikan?
Aneh memang.

source:sabili.co.id
Senin, September 26, 2011 | 0 komentar |