Fatner


Pengikut

Penipu Ulung Mengaku Anak Angkat Soekarno

 
James Lindon Graham (Timaru Herald)

Penipu ulung asal Selandia Baru dinyatakan bersalah atas 99 kasus penipuan. Nilainya tak tanggung-tanggung, sebesar 1,6 juta dolar AS. Di usianya yang ke-68, James Lindon Graham harus menjalani pidana selama tiga tahun, dua bulan.

Seperti dimuat nzherald.co.nz, 29 September 2011. Graham mengaku sangat membutuhkan banyak uang untuk membiayai gaya hidup jetsetnya. Uang itu ia keruk dari para korbannya, yang sebagian besar adalah investor. Selama sepuluh tahun, pria asal Kakanui itu menipu para korbannya.

Yang kurang ajar, untuk meyakinkan korbannya, Graham mengaku sebagai anak angkat dua mantan Presiden Indonesia, Soekarno dan Soeharto.

Ia membual, telah diadopsi secara resmi oleh keluarga Soekarno, bahkan memiliki kuasa atas simpanan emas keluarga mantan presiden RI itu.

Ia juga mengaku memiliki simpanan senilai US$50 juta dan US$100 juta dalam bentuk emas batangan di Bank Swiss. Graham juga mengklaim dekat dengan Interpol.

Modus penipuannya, Graham mengatakan, ia membutuhkan uang korban untuk mencairkan simpanannya itu. Graham juga membual memiliki piutang sebesar US$13 juta pada PBB, karena badan tersebut meminjamnya untuk menegakkan demokrasi di sebuah wilayah Afrika. Ia lantas mendorong para korbannya berinvestasi dalam jumlah besar, dengan kesepakatan yang kompleks.

Meski terdengar tak masuk akal, banyak juga korban yang terjerat. Graham yang bersikukuh tak bersalah, membuat kejutan dengan mengakui semua perbuatannya minggu ini.
Penipu ulung ini ditangkap di Bandara Auckland pada Juli 2009 saat hendak bertolak ke Singapura. Ia kemudian dibebaskan setelah membayar uang jaminan, namun ternyata ia masih melakukan serangkaian aksi penipuan lagi.

Sebagian besar korban Graham berasal dari Oamaru dan Canterbury daerah Selatan. Banyak dari mereka yang lansia.

Hakim awalnya ingin menjatuhkan vonis enam tahun, namun akhirnya dipotong dengan pertimbangan usia terdakwa, badannya yang sakit-sakitan, ia mengakui kesalahannya, dan bahwa ia tak bertindak sendirian. Graham adalah anggota sebuah jaringan penipuan.

• VIVAnews
Jumat, September 30, 2011 | 0 komentar |


Sniper Bertebaran di Sidang Ba'asyir

Pengamanan sidang vonis terdakwa kasus dugaan teroris, Abu Bakar Ba'asyir, begitu ketat. Para sniper atau penembak jitu terlihat bersiaga di sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Ampera Raya, Kamis (16/6). Setidaknya ada tiga titik yang terlihat ditempati para penembak jitu. Seperti diketahui, Ba'asyir dituntut pidana seumur hidup karena terbukti secara sah menyediakan dana pelatihan militer di Aceh.

 http://media.vivanews.com/images/2011/06/16/113594_sniper-di-sidang-vonis-abu-bakar-baasyir.jpg
Seorang sniper bersiaga di dekat sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (16/6). Foto: VIVAnews/ Nurcholis Anhari Lubis 

 http://media.vivanews.com/images/2011/06/16/113590_sniper-di-sidang-vonis-abu-bakar-baasyir.jpg
Seorang sniper bersiaga di dekat sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (16/6). Foto: VIVAnews/ Anhar Rizki Affandi 




http://media.vivanews.com/images/2011/06/16/113593_sniper-di-sidang-vonis-abu-bakar-baasyir.jpg
Sejumlah sniper bersiaga di dekat sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (16/6). Foto: VIVAnews/ Nurcholis Anhari Lubis 


 http://media.vivanews.com/images/2011/06/16/113589_sniper-di-sidang-vonis-abu-bakar-baasyir.jpg
Seorang sniper bersiaga di dekat sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (16/6). Foto: VIVAnews/ Anhar Rizki Affandi 



http://media.vivanews.com/images/2011/06/16/113595_sniper-di-sidang-vonis-abu-bakar-baasyir.jpg
Seorang sniper bersiaga di dekat sekitar gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Kamis (16/6). Foto: VIVAnews/ Nurcholis Anhari Lubis.

source:vivanews.com
Rabu, September 28, 2011 | 0 komentar |


Pasukan AU Akui Tanpa Sengaja Bunuh Wartawan Malaysia

 http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTFmyf3_t1fDnYGe5bzHPXGt-oieBY5p6Ri1nmOlXQ99ZIM51SWBQ

MOGADISHU--Pasukan penjaga perdamaian Uni Afrika (AU) yang memerangi gerilyawan muslim di Mogadishu, ibu kota Somalia, mengakui, Senin, sejumlah prajurit AU tanpa sengaja menembak mati seorang wartawan Malaysia pada bulan ini. Noramfaizul Mohd Nor tewas ketika pasukan penjaga perdamaian asal Burundi yang berpatroli di kota pesisir itu melepaskan tembakan ke kendaraannya.

Seorang wartawan lain Malaysia cedera dalam penembakan tersebut. "Dewan Penyelidik menetapkan bahwa empat prajurit terlibat dalam penembakan itu... dan merekomendasikan agar keempat prajurit dari kontingen Burundi itu diadili sesuai dengan proses peradilan dan militer di negara mereka," kata pasukan penjaga perdamaian AMISOM dalam sebuah pernyataan.

Keempat prajurit itu telah diberhentikan dari tugas mereka, kata pernyataan itu. Pasukan AMISOM yang berkekuatan 9.000 orang adalah kekuatan utama yang mencegah gerilyawan Al-Shabaab yang bersekutu dengan Al-Qaida untuk menumbangkan pemerintah Somalia dukungan PBB.
Al-Shabaab menarik diri dari Mogadishu bulan lalu namun memperingatkan, mereka akan melancarkan serangan-serangan gerilya ke kota pesisir itu seperti pemboman mobil bunuh diri dan serangan pembunuhan.
Somalia kini dilanda kelaparan parah akibat kekeringan terburuk yang terjadi negara itu, dan PBB telah mengumumkan Mogadishu dan empat wilayah Somalia selatan sebagai zona kelaparan serta memperingatkan bahwa kelaparan bisa meluas ke seluruh penjuru negara itu.
Kondisi itu diperumit oleh bentrokan-bentrokan yang terus terjadi antara pasukan Somalia serta Uni Afrika sekutunya dan gerilyawan Al-Shabaab.
Bentrokan-bentrokan itu berlangsung ketika badan-badan bantuan internasional berusaha mencari cara untuk menyerahkan bantuan makanan kepada penduduk yang tinggal di kawasan yang dilanda kelaparan, khususnya daerah-daerah Somalia selatan yang dikuasai kelompok Al-Shabaab yang terkait dengan Al-Qaida.
Badan-badan bantuan menarik diri dari Somalia selatan pada awal 2010 setelah ancaman terhadap staf mereka dan aturan semakin keras yang diberlakukan terhadap aktivitas mereka oleh Al-Shabaab, yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teror oleh Washington.
Militan pada Juli mengatakan, kelompok bantuan asing bisa kembali lagi ke wilayah itu, namun seorang juru bicara Al-Shabaab mengatakan kemudian bahwa larangan operasi terhadap mereka masih tetap diberlakukan.

Al-Shabaab mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu. Al-Shabaab dan kelompok gerilya garis keras lain ingin memberlakukan hukum sharia yang ketat di Somalia dan juga telah melakukan eksekusi-eksekusi, pelemparan batu dan amputasi di wilayah selatan dan tengah negara itu.
Somalia dilanda pergolakan kekuasaan dan anarkisme sejak panglima-panglima perang menggulingkan diktator militer Mohamed Siad Barre pada 1991. Selain perompakan, penculikan dan kekerasan mematikan juga melanda negara tersebut.

yahoo.com
Rabu, September 28, 2011 | 0 komentar |


BNPT: Pengebom Solo Mirip Buron Bom Cirebon

 

 buron bom Cirebon, mirip pelaku bom Solo 


Selasa besok, polisi manyatakan akan mempublikasikan identitas pengebom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Jawa Tengah, Minggu 26 September 2011. Polisi mengakui wajah pelaku mirip dengan buron dalam kasus bom di masjid Mapolresta Cirebon, April lalu; yang juga merupakan bom bunuh diri.

"Belum tahu, tapi memang ada kemiripan," kata Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT), Brigadir Jenderal Pol. Tito Karnavian, kepada VIVAnews.com.

Sayang, Tito tidak menyebutkan pelaku bom Solo ini mirip buron Cirebon yang mana. Polisi menetapkan 10 buronan teroris dalam kasus bom Cirebon.
Polisi juga belum dapat mengambil kesimpulan jenis peledak yang digunakan di Solo. Belum bisa dipastikan apakah juga menggunakan bom pipa seperti yang digunakan di Cirebon.

Tetapi, mantan Kepala Detasemen Khusus 88 Mabes Polri ini membenarkan sinyalemen bahwa bom Solo terkait dengan komplotan M. Syarif, pelaku bom bunuh diri di Markas Polresta Cirebon.

"Iya, itu berkaitan bom Cirebon. Tapi, masih di duga ya, kan harus ada tes, sidik jari, identifikasi jenazah, dan lainnya. Jadi, kami belum bisa memberi kesimpulan," kata Tito.

Tito juga belum bisa memastikan apa motif peledakan bom yang menewaskan dua orang itu; satu di antaranya adalah pelaku bom bunuh diri. "Kami belum tahu apa motifnya, masih diselidiki," kata dia.

Soal apakah pelaku bernama Ahmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud alias Raharjo alias Hayat, yang notabene merupakan salah satu buron bom Cirebon, Tito mengatakan, "Belum tahu."
Wajah pelaku bom Solo yang telah dirilis mirip dengan salah satu buron bom Cirebon, Ahmad Yosepa Hayat.

source : vivanews.com
Senin, September 26, 2011 | 0 komentar |


Bom di Solo Bisa Hancurkan Gedung Bertingkat

20110525_Bom_Di_Bandara_Juanda_Diamankan_Kopaska.jpg













SOLO – Bom yang ditemukan oleh Bejo Atmo Suwiryo (70) petugas sampah di Gondang Wetan RT 01 RW I Manahan Banjarsari Solo, Jumat (1/9/2011) lalu termasuk bom berdaya ledak tinggi atau high explosive.

Bahkan jika sampai rangkaian bom yang tak sengaja ditemukan itu meledak, kekuatannya bisa menghancurkan sebuah gedung bertingkat.

Hal itu diungkapkan oleh Pasiops Brigadir Mobil (Brimob) Detasemen C Pelopor Solo AKP Sartam yang mewakili Komandan Detasemen C Pelopor AKBP Sugiana. “Bom yang ditemukan kemarin berdaya ledak tinggi. Jika meledak, bisa menghancurkan satu gedung bertingkat. Beruntung bisa diamankan dan diledakkan lebih dulu oleh petugas,” katanya saat memberikan keterangan pada wartawan, Jumat (2/9/2011) malam.

Setelah dilaporkan, bom tersebut dievakuasi oleh petugas Brimob Detasemen C Pelopor Solo ke Mako Brimob Kompi IV, Grogol Sukoharjo dan diledakkan di situ sekitar pukul 17.00. AKP Sartam mengaku lega karena bom tersebut tak salah penanganan saat ditemukan.

Sebab jika sampai salah, bisa saja bom tersebut meledak ditempat dan melukai para jajarannya yang melakukan evakuasi.

Jika melihat bentuk rangkaiannya, diperkirakan perakit bom adalah seorang profesional yang mengetahui detail cara membuat sebuah bom. “Rangkaian bom yang tergolong rapi tersebut dibuat oleh orang yang sudah ahli dalam bidangnya,” katanya lagi.

Rangkaian bom yang ditemukan terdiri dari empat buah pipa pralon ukuran tiga perempat dim. Panjangnya sekitar 17 centimeter terbungkus kertas warna coklat.

Masing masing pipa berisi bubuk peledak tertutup rapat dan diikat dua kawat tembaga. Sementara itu, timernya berupa jam tangan merk
eksplosiver berwarna orange. Sementara pemicu atau detonatornya terdiri dari satu buah rangkaian elektro.

Rangkain tersebut terdiri elcho, transistor, resistor, trafo, dioda, serta tiga utas kabel berwarna hitam, kuning, dan biru.

AKP Sartam menduga, rangkain bom tersebut menjadi alat intruksi oleh seorang pelatih untuk mengajarkan bagaimana membuat bom pada anak didiknya. Pihak berwajib sendiri belum menetapkan siapa yang menjadi tersangka dan motifnya apa.

“Sampai saat ini kami masih mendalami untuk mengetahui asal bom tersebut termasuk motif pembuatannya,” tegasnya.

Terkait penemuan tersebut, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan benda mencurigakan. Ia juga meminta masyarakat tak melakukan tindakan apapun jika menemukan benda mirip bom di lingkungan sekitarnya. “Jangan dipindah-pindah apalagi diotak-atik. Masyarakat yang menemukan (benda mencurigakan) cukup membiarkan saja dan segera lapor polisi,” imbaunya. (*)







Sumber : Tribunnews dan 
vivanews.com
Minggu, September 25, 2011 | 0 komentar |