Fatner


Pengikut

Pekan Budaya 2011

Tema Pekan Budaya 2011 adalah “mengangkat tradisi, menggali potensi dalam pelestarian nilai budaya daerah”
Waktu dan Tempat ; Tanggal 11 s/d 17 september 2011
Tempat : Kota Payakumbuah
Kegiatan:
Pembukaan
Pagelaran seni , Tradisi spesifik Kabupaten / Kota Se-Sumatera Barat dan Panggung Seni Nusantara
Festival / Lomba Seni budaya diikuti oleh Kabupaten / Kota se Sumatera Barat
Pameran Produk unggulan dan promosi pariwisata, pameran sejarah, budaya, pameran seni rupa
Contact ;
Taman Budaya Sumatera Barat
Jalan Diponegoro No.31 Padang
Telp. +62751 22752, +62751 840842
Fax : +62751 22752


http://tourism.padang.go.id
Rabu, September 28, 2011 | 0 komentar |


Setelah Dinyatakan Makanan Terlezat Dunia, Upayakan Rendang jadi Ikon Indonesia

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTRBpQPLHnkFgol7Pss6eP5NTdWDN-LDXpET6IlHDUkSH4gygynRg
Beberapa minggu terakhir, popularitas masakan tradisional khas Minangkabau, rendang menjulang ke seantero dunia. Masakan berbahan utama daging sapi ini, dinyatakan CNN sebagai masakan terlezat di dunia. Bagaimana pemerintah di Sumbar menyikapinya?

BAGI Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, hal tersebut rezeki nomplok bagi Sumbar. Anugerah Tuhan untuk Ranah Minang. Tanpa menganggarkan dana untuk mempromosi ke dunia internasional, tiba-tiba rendang dinyatakan terlezat di dunia.

“Tanpa melakukan promosi besar-besaran, rendang, dengan sendirinya bisa menjadi makanan terlezat dan dikenal luas oleh masyarakat dunia,” ujarnya Irwan, saat berkunjung ke redaksi Padang Eskpres, Senin (26/9).

Mengutip koki ternama Indonesia, Wiliam Wongso, dia mengatakan, pemerintahan Thailand saja, untuk mempromosikan makan khas mereka ke seantero dunia, menghabiskan uang sebesar Rp 350 miliar. Hal itu wajar, karena rendang memiliki kekhasan tersendiri yang sulit ditiru oleh yang lain. Mulai dari aroma masakannya, cara memasaknya, hingga ketahanan rendang yang bisa sampai satu bulan lebih.

Karena itu pula, Gubernur bertekad memanfaatkan anugerah tersebut semaksimal mungkin, untuk mengangkat dunia pariwisata Sumbar melalui rendang. Gubernur akan menjadikan rendang sebagai ikon Sumbar, bahkan Indonesia dengan nama Rendang Padang.

“Terkait dengan nama tersebut, bukan berarti megecilkan daerah lainnya di Sumbar, tapi hal itu lebih karena strategi pemasaran saja. Karena orang lebih kenal Padang dari pada Sumbarnya,” sebut Irwan.


Beberapa langkah ke arah situ akan diambil secepatnya. “Tadi, saya baru saja melakukan pertemuan dengan SKPD terkait untuk menyikapi Rendang ini,” kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera itu.


Pemprov juga berencana mengadakan festival rendang pada kegiatan Padang Fair, November mendatang. Kemudian, pada tahun depan, direncanakan pula seminar terhadap rendang Padang, yang salah satu muaranya mensertifikasi kualitas rendang yang akan menjadi ikon Ranah Minang tersebut.

“Karena akan dijadikan ikon Sumbar, kami akan membina restoran atau rumah makan untuk membuat rendang dengan kualitas tinggi dan terjaga. Misalnya, membina mereka untuk selalu membuat rendang dengan kelapa tua yang menghasilkan santan pekat, atau menjaga proses masaknya yang sampai empat jam,” tutur mantan anggota DPR RI tersebut.

Pemprov Sumbar juga berencana melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam memproduksi rendang yang berkualitas. Jadi, sebut Irwan, keterkenalan rendang saat ini, sebenarnya bisa pula mengembangkan bidang ekonomi kerakyatan. Apalagi rendang bisa masuk pasar dunia dan dapat diterima baik oleh masyarakat internasional.

“Ini akan kami promosikan ke luar. Kami juga berencana melobi pemerintah pusat menjadikan rendang sebagai makanan nasional. Hal itu memungkinkan untuk dilakukan. Sebab, dapat dikatakan rendang ada di mana-mana di seluruh Indonesia. Dan, rasanya pun bisa disesuaikan dengan lidah orang Indonesia secara umum,” paparnya.

Terkait dengan mematenkan rendang sebagai kekayaan budaya yang dimiliki Sumbar atau Indonesia, agar tidak dicuri oleh negara lain, kata Irwan, tak perlu dilakukan. Sebab, dalam aturannya, hasil seni dan budaya tidak bisa dipatenkan. Apalagi makanan khas. Namun yang bisa dipatenkan itu adalah merek dagang dari perusahaan yang memproduksi makanan.

“Jadi tak perlu takut, rendang akan dicuri dan dipatenkan orang atau negara lain. Apalagi yang dikenal orang saat ini rendang berasal dari Padang atau masakan khas Minangkabau,” tukas Irwan.(Padang Ekspres)

source:minangforum.com
Rabu, September 28, 2011 | 0 komentar |


Kenshi Sawahlunto Wakili Indonesia di Sea Games 2011

Jendela Sawahlunto >> Setelah mengikuti seleksi di 3 negara yaitu Laos, Vietnam dan Kamboja, Almadi kenshi binaan Perkemi Sawahlunto berhasil meraih tiket menuju Sea Games mewakili Indonesia pada 11 November 2011 mendatang.

Menurut Asrijal,SE Ketua Pengcab Perkemi Sawahlunto sebenarnya ada dua orang kenshi dari Perkemi Sawahlunto yang mengikuti seleksi di tiga negara tersebut yaitu Almadi dan Yona. Namun sayangnya Yona yang masih menempuh pendidikan di UNP belum berhasil mengikuti langkah Almadi menuju Sea Games.
Almadi, bujang kelahiran Lunto 1 Agustus 1984 ini mengaku sangat bangga bisa membawa nama Sawahlunto di kancah internasional, karena karir dan prestasinya tak bisa terlepas dari dukungan Pemerintah Sawahlunto.

Sejak bergabung bersama Perkemi Sawahlunto di tahun 2000, tak sedikit prestasi yang ia sumbangkan. Tercatat perunggu pertama pada Porda di 2004 kemudian 1 medali emas dan 1 perak pada Porda 2006. Di 2007 mendapat peringkat 8 Pra PON di Yogyakarta.

Karena prestasinya pada Porda 2004 yang ketika itu berlangsung di Sawahlunto, ia diangkat oleh Pemko Sawahlunto sebagai tenaga honorer sesuai janji Walikota ketika itu, dan langsung mengabdi di dinas Perhubungan.

Kemudian di tahun 2008 mewakili Sumatera Barat dan menyabet emas pada Pekan Olahraga Nasional yang berlangsung di Kalimantan Timur. Atas prestasinya ini ia tercatat sebagai satu-satunya atlit di Sawahlunto yang mendapat dana pembinaan atlit sebesar Rp 1 juta perbulan selama dua tahun berturut-turut dari Pemko Sawahlunto, ditambah lagi bonus prestasi dari Gubernur Sumatera Barat dan sebuah janji diangkat sebagai PNS.

Di Indonesia Open Taikel 2009 yang berlangsung di Bali Almadi sempat menyabet perak, dan terakhir pada Kejurnas 2011 yang berlangsung di Makassar pada bulan Juli lalu Almadi juga berhasil menyabet perak sekaligus tiket PON setelah berhadapan dengan tuan rumah.

”Yang penting intensif dan disiplin berlatih, mohon doanya mudah-mudahan bisa membawa pulang emas” ujar PNSD yang baru diangkat sumpahnya pada senin pagi (5/9) oleh Walikota Sawahlunto itu.

source:.sawahluntokota.go.id
Selasa, September 27, 2011 | 0 komentar |


Sawahlunto Akan Bangun "Skylift"

 
Kota Tua Tambang Sawahlunto, Sumbar.
 
SAWAHLUNTO,  — Siapa sangka kota kecil Sawahlunto adalah kota pertama yang memiliki waterpark di Sumatera Barat (Sumbar). Sawahlunto yang merupakan kota tambang batubara sejak 120 tahun yang lalu pelan-pelan berubah menjadi kota wisata. Pemerintah daerah sejak 2003 ingin mengubah citra Sawahlunto yang dikenal sebagai kota arang menjadi kota turis.
"Di dunia ada tren orang suka lihat bangunan tua. Sumbar juga jarang ada tempat wisata yang aman untuk anak-anak. Makanya kami buat waterpark di Sawahlunto," kata Wali Kota Sawahlunto Amran Nur kepada Kompas.com, di Taman Segitiga, Sawahlunto, Jumat (10/6/2011).
Pada tahun 2005 atau dua tahun sejak Sawahlunto dikembangkan sebagai kota wisata, jumlah wisatawan 15 ribu orang. Sedangkan pada tahun 2010, kata Amran, jumlah wisatawan lebih dari 600 ribu orang.
Apa yang bisa membuat kunjungan wisatawan ke Sawahlunto meningkat pesat? "Kita terus membuat obyek-obyek wisata baru. Ada waterpark yang pertama di Sumbar, kita akui banyak yang berkunjung karena ada waterpark itu. Anak-anak muda suka main di waterpark. Juga ada kebun binatang dan Iptek Center. Iptek Center ini adalah yang keempat di Indonesia," katanya.

Rencana Amran, beberapa obyek wisata baru akan dibangun di Sawahlunto. Obyek wisata tersebut antara lain penangkaran buaya, kupu-kupu, dan rusa. Sementara itu, rumah gadang yang terdapat di puncak bukit akan dimanfaatkan sebagai menara padang agar wisatawan bisa melihat Kota Sawahlunto dari ketinggian.
Saat ini, akses jalan menuju rumah gadang tersebut susah dilalui oleh mobil. Menurut beberapa penduduk Sawahlunto, hanya motor yang bisa lewat. Lokasi untuk melihat Sawahlunto dari ketinggian lainnya adalah Bukit Cemara.

"Kami akan bangun skylift dari stasiun kereta api ke Bukit Cemara. Tahun 2012 akan mulai dibangun," katanya.
Jika rencana tersebut menjadi nyata, Sawahlunto memiliki kereta gantung melintasi kota sepanjang kira-kira 3 kilometer.

Beberapa penduduk di Sawahlunto menyebutkan saat pembangunan waterpark, beberapa pihak tidak setuju dengan pembangunan tersebut dengan alasan biaya mahal yang harus dikeluarkan pemerintah daerah. Namun ternyata sejak pertama dibukanya waterpark di tahun 2006 hingga kini, waterpark tersebut tak pernah sepi pengunjung.

Obyek-obyek wisata yang khas Sawahlunto adalah wisata sejarah berupa peninggalan kolonial Belanda. "Peninggalan Belanda seperti kereta api Mak Item untuk angkut batubara jadi kereta api wisata, lalu ada museum kereta api, dan sebagainya. Peninggalan Belanda kita jadikan wisata sejarah," kata Amran.
Menurut Amran, kekuatan wisata Sawahlunto lainnya adalah seni dan budaya. "Sawahlunto ini multietnis. Kami punya kesenian kuda kepang dan tarian Jawa. Ada banyak etnis yang tinggal di Indonesia. Bisa dibilang Sawahlunto Indonesia kecil. Ada suku Jawa, Sunda, China, Bugis, Irian, dan Maluku. Ini jadi modal kami dalam mengembangkan pariwisata di Sawahlunto," kata Amran.

Amran melanjutkan walaupun beraneka ragam, masyarakat hidup rukun dan damai. "Tari kepang itu tidak semua yang tarikan adalah orang Jawa. Tapi juga dari orang Minang," ungkapnya.
Wali Kota Sawahlunto menambahkan, multietnis yang ada di Sawahlunto sudah ada sejak masa kolonial. Saat itu, pribumi dari Sumatera dan Jawa melakukan kerja paksa di pertambangan milik Belanda.
 
source:KOMPAS.com
Selasa, September 27, 2011 | 0 komentar |


Qori Solok Dipermalukan, Korban Kini Sering Murung dan Emosional

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTF7Btl4I1_s4zHs5XrXyxTyr8SqS192vBimecI-QAYDRy4TuJ7

Helatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XI tanggal 22-25 Agustus di Masjid Almuqaddimin Kabupaten Solok menyisakan trauma mendalam bagi Fajar Ramadhan, 13. Korban yang baru duduk di kelas I SMP tersebut saat ini berada dalam tekanan mental, sering murung dan cenderung emosional.

Penyebabnya, Fajar yang pada pada acara puncak pengumuman pemenang dinyatakan keluar sebagai juara I kategori tartil putra, mendadak diganti karena salah seorang panitia memprotes dewan juri. Akibatnya, Qori masa depan Kabupaten Solok tersebut harus menerima kenyataan pahit tidak mendapatkan apa-apa. Padahal pada upacara penyerahan trofi tersebut ia sudah berdiri di depan ratusan pasang mata selama lebih dari 45 menit dan dinyatakan sebagai juara I, akhirnya pulang dengan murung.

Kini, Fajar mengalami tekanan mental luarbiasa yang menyebabkan dia sering murung, suka bermenung dan sering emosional saat dihampiri. Orang tua korban, Uyun dan Iras juga merasakan kesedihan yang mendalam terhadap kondisi putranya tersebut. Mereka mengaku sudah seperti kehilangan anaknya karena Fajar tidak seperti sebelumnya yang sangat ceria, suka humor dan tekun belajar. Mereka juga khawatir kondisi ini bakal berpengaruh terhadap kondisi mental dan prestasinya di sekolah.

"Kami sudah seperti kehilangan dia saat ini. Kami tidak menyangka, tekanan karena peristiwa tersebut akan memberi dampak luarbiasa baginya. Saat ini kami sangat khawatir terhadap perkembangan mental dan sosialnya nanti. Demikian juga dengan prestasinya di sekolah, karena saat ini ia tidak seperti dulu lagi yang tekun belajar. Di samping itu, keceriaannya langsung hilang usai dipermalukan tersebut. Berbagai upaya telah kami lakukan untuk membujuknya agar melupakan peristiwa tersebut, namun hingga kini belum maksimal. Kini, kami hanya berharap ini bisa menjadi pembelajaran bagi panitia MTQ di masa mendatang," ujarnya.

Pada upacara penghormatan juara pada malam tanggal 25 Agustus tersebut, Fajar Ramadhan dinyatakan keluar sebagai juara I kategori tartil putra. Begitu namanya dinyatakan sebagai pemenang, Fajar yang sangat yakin bakal juara maju dengan penuh senyum. Panitia kemudian juga membacakan juara II hingga juara harapan III. Kesemua nama yang disebut kemudian dibariskan dan dilanjutkan dengan pembacaan daftar juara lainnya kategori tilawah tingkat anak-anak, remaja, dewasa dan tingkat umum. Setelah kesemua pemenang dibariskan panitia kemudian bersiap membagikan trofi kepada seluruh pemenang.

Namun jelang trofi kebanggaan tersebut dibagikan, salah seorang panitia memprotes keputusan dewan juri. Meski di awal acara juri telah menyatakan bahwa keputusan juri tidak boleh diganggu gugat, namun gugatan tersebut dikabulkan. Disinyalir, gugatan tersebut dikabulkan karena oknum panitia tersebut termasuk orang yang disegani di Nagari Saoklaweh, sebab ada saudaranya yang menjadi anggota DPRD Kabupaten Solok. Panitia dan dewan juri pun mengabulkan protes tersebut yang menyebabkan juara I bukan lagi Fajar Ramadhan, tapi berganti dengan M Ghani Harsa Putra. Melihat kenyataan tersebut, air muka Fajar yang sebelumnya ceria mendadak murung. Dengan menundukkan muka penuh malu, ia pun langsung pulang tanpa menghiraukan permintaan para penonton yang menyuruhnya untuk tetap tinggal.

Orang tua korban yang tidak terima dengan perlakuan tersebut mempertanyakan sikap dewan juri dan panitia yang menggugurkan anaknya sebagai juara I. Beberapa hadirin juga memprotes karena Fajar dinilai pantas keluar sebagai juara. Orang tua korban Iras, mempertanyakan keputusan juri yang dibisa diprotes, padahal di awal acara juri telah menegaskan berulang kali bahwa keputusannya tidak bisa diganggu gugat.

"Di awal acara juri telah menegaskan bahwa keputusannya tidak bisa diganggu gugat. Namun ketika ada orang yang memprotes, mereka mengabulkannya. Apalagi protes tersebut dilakukan menjelang hadiah dibagikan dan anak saya sudah berdiri lebih dari 45 menit dan disaksikan ratusan orang. Kami benar-benar telah dipermalukan," ujarnya.

Sementara itu, panitia menyatakan terjadi kesalahan pembacaan pemenang. Namun panitia yang minta tidak dituliskan namanya tersebut tidak mau merinci tentang penyebab dan alasan keputusan juri bisa diganggu gugat. Ia hanya mengharapkan ini menjadi pelajaran di masa mendatang dan tidak tahu langkah apa yang akan dilakukan terhadap korban untuk memulihkan kepercayaan dirinya nanti. (rzy)

source :padang-today.com
Minggu, September 25, 2011 | 0 komentar |