Fatner


Pengikut

Lagu Minang FANTASY HOUSE

Rabu, April 27, 2011 | 0 komentar |


Lagu Minang Melati

Rabu, April 27, 2011 | 0 komentar |


Lagu Minang Rika Santi

Rabu, April 27, 2011 | 0 komentar |


Pantai Barcelona


Pantai Barcelona adalah pantai yang terletak di Nagari Sei Limau, Sungai Limau Kecamatan, sekitar 70 km dari Kota Padang, 50 km dari Bandara BIM dan 20 km dari Kota Pariaman,pantai ini sekarang sepi pengunjung setelah gempa aceh yang menghancurkan wilayah barat provinsi sumatera,wisata indonesia surga Dunia




Rabu, April 27, 2011 | 0 komentar |


Sejarah Payakumbuh dan Beberapa Foto-foto Payakumbuh Tempo Dulu

 
pasar payakumbuh tahun 1930


 
ini foto taram tahun berapa ya?



sepertinya ini sekitar bioskop kencana deh. tapi tahun berapa ya?


masih ingat dengan ini kan?


mesjid gadang balai nan duo 


pacu itik kapan dimulai lagi ya?


 
bebendi-bendi dulu deh....


nonton pacu kuda dulu deh....




AGAK susah dan sedikit membingungkan memang untuk menelusuri sejarah Payakumbuh, apalagi sejarah tempo doeloe.Tempo dimana tambo (referensi bagi sebagian urang Minang) masih menyebut gunung Merapi baru sebesar telur itik, dan kereta api masih beratapkan ijuk alias daun aren.

Menurut tambo dan warih nan bajawek (petuah yang didengar), nama Payakumbuh berasal dari suku kata "kumbuah nan payau" (sebagian juga menyebut kumbuah nan bapayau).
Payau sendiri, merupakan rawa-rawa yang menjadi "habitat" berbagai jenis tumbuhan air. Sedangkan Kumbuah dianalogikan sebagai sejenis mansiang (tumbuhan yang lembaran daunnya dibuat untuk kambuik).

Dari beberapa kabar, dulu lapakan poliko (kapten tantawi) banyak ditumbuhi kumbuah dan daerah itu terdiri payau (rawa-rawa)

Namun, dari berbagai sumber lain, daerah Kumbuah Nan Payau itu adalah daerah yang mula-mula diteruka di samping Aia Tabik dan Titian Aka (sekarang Tiakar). Kenapa bisa demikian?

Menurut legenda yang beredar dari mulut ke mulut, sebelum daerah di sekitar lapangan Poliko atau di Kumbuah Nan Payau diteruka anak manusia. Sebenarnya daerah di Aia Tabik dan Titian Akar serta Koto Nan Gadang juga sudah memiliki penghuni. Malahan, ada keyakinan, nenek moyang di ketiga daerah ini bersamaan datangnya dengan para penghuni Kumbuah Nan Payau?

Adapun nama-nama nenek moyang tersebut, penulis belum mendapatkan informasi yang mendetail. Semoga kapan-kapan penulis mendapatkan informasi lebih jauh...

Source:
Rabu, April 27, 2011 | 0 komentar |


Sejarah Bukittinggi

bkt-tempo-dulu
Semasa pemerintahan Belanda, Bukittinggi selalu ditingkatkan perannya dalam ketatanegaraan, dari apa yang dinamakan Gemetelyk Resort berdasarkan Stbl tahun 1828. Belanda telah mendirikan kubu pertahanannya pada tahun 1825, yang sampai sekarang kubu pertahanan tersebut masih ada dam dikenal sebagai Benteng Fort De Kock. Kota ini telah digunakan juga oleh Belanda sebagai tempat peristirahatan opsir-opsir yang berada di wilayah jajahannya.[1]
jamgadang2
Pada masa pemerintahan Jepang, Bukittinggi dijadikan sebagai pusat pengendalian pemerintah militernya untuk kawasan Sumatera, bahkan sampai ke Singapura dan Thailand, karena disini berkedudukan komandan Militer ke 25. Pada masa ini Bukittinggi berganti nama dari Taddsgemente Fort de Kock menjadi Bukittinggi Si Yaku Sho yang daerahnya diperluas dengan memasukkan nagari-nagari Sianok, Gadut, Kapau, Ampang Gadang, Batu Taba dan Bukit Batabuah yang sekarang kesemuanya itu kini berada dalam daerah Kabupaten Agam, di Kota ini pulalah bala tentara Jepang mendirikan pemancar radio terbesar untuk pulau Sumatera dalam rangka mengibarkan semangat rakyat untuk menunjang kepentingan perang Asia Timur Raya versi Jepang.[1]
Pada masa perjuangan kemerdekaan RI, Bukitinggi berperan sebagai kota perjuangan. Dari bulan Desember 1948 sampai dengan bulan Juni 1949, Bukittinggi ditunjuk sebagai ibukota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia ( PDRI ), setelah Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda. Selanjutnya Bukittinggi pernah menjadi ibukota propinsi Sumatera dengan gubernurnya Mr. Tengku Muhammad Hasan. Kemudian dalam PP Pengganti undang-undang No. 4 tahun 1959, Bukittinggi ditetapkan sebagai ibukota Sumatera Tengah yang meliputi keresidenan-keresidenan Sumatera Barat, Jambi dan Riau yang sekarang masing-masing keresidenan itu telah menjadi provinsi sendiri.[1]
Rabu, April 27, 2011 | 0 komentar |