Fatner


Pengikut

Penjual Es krim Keliling yang Sering Dikejar Polisi

klik untuk melihat foto
Tanah rantau yang menjanjikan telah membawa langkah Dison untuk menyebrang ke negeri Jiran Malaysia. Ia mendengar dari kakak dan saudaranya yang telah lebih dulu merantau, bahwa di Malaysia bisa hidup lebih baik dengan penghasilan yang lumayan untuk ukuran Indonesia. Makanya begitu selesai SMA, sempat menganggur dua tahun, ia memutuskan untuk mengikuti kakaknya.

Dison (50) yang bernama asli Badrus itupun melakukan segala cara agar sampai di Malaysia. Iapun menjadi penumpang gelap dan bahkan menjadi pendatang haram untuk jangka yangcukup lama di Malaysia. Dengan bekal tekad, dari Solok, kampungnya, Dison berhasil sampai ke Malaysia

Pada awalnya, ia hanya menumpang di tempat saudara dan mencoba mencari pekerjaan. Namanya merantau, harus bisa bertahan, ia melakoni apa saja yang bisa ia perankan. Ia pernah menjadi kernet truk, supir truk, dan supir taksi. Tetapi pekerjaan seperti itu menurutnya sangat beresiko, apalagi dengan bekerja pada orang lain.

“Kalau orang Padang kan ndak mau diperintah-perintah. Maunya bekerja sendiri, tidak dengan orang lain. Awak ndak enak kalau diperintah orang. Apalagi kalau orang atau majikan kita itu agak keras dan kasar,” ungkapnya kepada padangmedia.com suatu kali ketika bertemu di Kualalumpur.

Karena alasan itulah, menurut Dirson orang Padang banyak “manggaleh”. “Biarlah jualan di kaki lima tetapi memang usaha sendiri. Tidak dengan orang lain,” katanya beralasan.
Sebagai anak petani, yang hidup dalam ketidakcukupan di kampungnyua, Dison sudah bertekad harus berhasil di rantau. Meski tak jadi pengusaha besar, tetapi hidup bisa berkecukupan dan membantu orang tua di kampung, baginya sudah lebih dari cukup. Makanya ia tekadkan dalam hatinya, harus bisa. “Kalau mau bekerja keras, mau berusaha, dimanapun kita akan bisa,” ucapnya .

Ia juga melihat ada beberapa orang kampungnya di Kualalumpur yang hanya bekerja sebagai penjahit atau di pabrik, yang berpenghasilan lumayan. Mereka bekerja sebulan di Malaysia, kemudian pulang ke kampung seminggu membawa uang dalam jumlah besar. “Banyak orang kampung saya seperti itu. Sampai sekarang juga masih ada yang begitu. Mereka kerja disini sebulan dapat gaji, pulang seminggu. Karena keluarganya masih di kampung. Ada juga bujangan. Mereka pulang bawa uang 4 – 5 juta rupiah. Kalau mereka gunakan ongkos ke kampung satu juta pulang pergi, artinya masih sisa 3 juta untuk keluarganya. Kan lumayan buat hidup keluarganya. Kalau mereka di kampung, belum tentu dapat gaji sebanyak itu,” jelas Dison.

Merasa kurang nyaman bekerja sebagai supir, Dison kemudian mencoba berjualan. Namun jika berjualan sendiri, ia butuh modal. Bekerja sebagai karyawan di toko juga tak nyaman baginya. Akhirnya ia mencoba menjual es berkeliling dengan sepeda motor. Ia mengajukan permohonan pada Es Polar, salah satu produk es krim yang cukup laris di Kualalumpur. Es krim dengan rasa nangka, duren dan coklat. Es krim itu dimasukkan kedalam kerupuk kerucut atau disisipi dengan roti. Harganya Cuma sepuluh ringgit.

Persyaratan untuk menjadi penjual keliling es krim itu tidaklah sulit. Hanya dibutuhkan kemahiran memandu sepeda motor dan membawa dagangannya berkeliling ke tempat-tempat keramaian. “Sebelumnya saya juga sudah mencoba dengan es krim merek lain. Tapi dari cerita kawan-kawan yang juga berjualan produk yang sama, saya beralih pada merek es ini. Peraturannya tidak begitu ketat. Kita cuma mengambil barang, menjualnya. Kalau sisa, kita kembalikan. Jadi tak beresiko,” katanya.

Agaknya, Dison mulai betah dan hingga sekarang masih bertahan dengan produk es krim itu setelah 13 tahun. Ia merasa “enjoy” tidak diperintah orang, tidak beresiko dan berpenghasilan lumayan. Keuntungan dari berjualan es krim ini menurutnya lumayan. Dagangannya laris manis, apalagi bila ada keramaian seperti pameran dan pagelaran yang mendatangkan orang banyak. Ia sering mangkal di gedung UMNO dimana di tempat itu sering di gelar pameran.

Mulai jam 12 siang, ia sudah mengusung es krimnya dengan sepeda motor berkeliling Kualalumpur. Jika ada keramaian, ia akan memarkir sepeda motornya selang beberapa jam. Hingga jam 7 malam ia kembali ke perusahaannya menyetor uang dan sisa barang. Menurut pengakuannya, dalam sebulan ia berhasil mengumpulkan uang sekitar 4000 ringgit bahkan lebih kalau banyak iven.

“Dalam sebulan saya harus mencarikan uang sebanyak 3000 ringgit. Itu wajib, untuk listrik, telfon, belanja anak, makan dan kebutuhan sehari-hari, julo-julo dan sekolah anak. Alhamdulillah, adalah simpanan sedikit,” ungkapnya polos.

Selama 13 tahun lebih menjadi penjual es krim, dari hasil tabungannya ,Dison sudah memiliki sebidang tanah. Meski tak menjelaskan dengan pasti, ia memperkirakan tanah itu bernilai 80 juta rupiah. Ia tengah mempersiapkan tabungan untuk membangun rumah diatas tanahnya itu. “ Saya punya keluarga disini. Saya bertekad harus punya rumah sendiri untuk istri dan anak-anak,” ujarnya.

Sejak merantau ke Malaysia, awalnya, ia belum berpikir untuk berkeluarga. Tekadnya hanya bekerja, mencari uang dan membantu orang tua di kampong yang hanya hidup pas-pasan. Namun karena usianya sudah tergolong pantas berumah tangga, orang tuanya mendesak agar ia menikah. Maka dijodohkanlah ia dengan wanita sekampungnya. “Saya menikah dengan orang satu kampong. Dijodohkan keluarga. Setelah menikah saya bawa ke sini,” tambahnya.

Dari pernikahan itu, Dison dikaruniai dua orang anak, satunya kelas 3 SMA dan Kelas V SD. Kedua anaknya sudah menjadi warganegara Malaysia karena lahir di sana. Sementara Dison sendiri, merasa belum yakin akan mengubah kewarganegaraannya. Ia masih tercatat sebagai warga Negara Indonesia meski hampir 30 tahun hidup di Negara jiran itu.

Apakah ia tak berniat memiliki usaha atau toko sendiri? Tentu saja niatnya ada. Namun ia tak mau menanggung resiko dan dipusingkan dengan hal-hal menyangkut bisnis. Jika memiliki toko, ia harus memikirkan sewa toko, gaji karyawan dan biaya lainnya yang akan memusingkan kepalanya. Meski dengan pekerjaannya berkeliling seperti sekarang juga masih menghadapi resiko, tetapi menurut ukurannya, masih bisa diatasi.

Selama berjualan keliling Dison mengaku sering dikejar-kejar polis diraja Malaysia karena berjualan di tempat yang tidak boleh parker. Kalau sudah begitu, ia cepat-ccepat menaiki sepeda motornya, mengarahkannya ke tempat lain. Bahkan saat dikejar polisi ia sedang menyiapkan es krim untuk pembelinya. Belum sempat dibayar, polisi datang memburunya. Ya, Dison tidak peduli dengan uang pembelian, langsung saja tancap gas.

Resiko lain, katanya, cuma lantaran cuaca. Misalnya hujan, atau udara agak dingin, maka penjualannyapun melorot turun. Beberapa resiko lain dalam berjualan keliling itu, menurut Dison masih bisa ditoleransi. Tetapi bila memiliki toko sendiri, pikirannya akan tersita banyak dan sangat memusingkan. “Saya tidak mau pusing. Biarlah seperti ini saja,” tukasnya. (dodo/nit)

source:
Minggu, Juni 26, 2011 | 0 komentar |


Rp300 Triliun Hutang Malaysia kepada Kerajaan Pagaruyung

Stempel Kerajaan Pagaruyung

Negeri Sumatera Barat buncah terkait berita hutang emas Malaysia kepada Kerajaan Pagaruyung tahun 1955. Berita ini dilambungkan media Kontan dan Harian Singgalang. Dalam perita itu, sumber beritanya adalah E. Suharto, yang rada misterius. Bahkan, pewaris tahta kerajaan Pagaruyung, Puti Reno Raudha Thaib mengaku tidak mengenal E. Soeharto.
Dalam berita yang dilansir itu, hutang emas Malaysia kepada kerajaan Pagaruyung sebagai modal merdekanya negeri jiran tersebut. Emas itu dijadikan jaminan oleh Malaysia agar mata uang ringgitnya diakui dunia. "Emas pinjaman Malaysia itu jumlahnya 12 metrik ton tersimpan di Bank Swiss, dipinjamkan oleh Presiden Soekarno," ujar E. Suharto.
Dan kata E. Suharto, hutang itu benar adanya. Bunga emas itu dibayarkan setiap tahun sejak 1966 sampai 1998. Sejak tahun 1998 itu tidak ada lagi pembayaran bunga. "Terhenti pembayaran bunga karena ayah saya meninggal dunia," ujar E. Suharto.
Tetapi E. Suharto yang mengetahui pembayaran bunga itu, kini mulai bergerak. Dua pekan lalu E. Suharto kembali menyurati Pemerintah Kerajaan Malaysia terkait hutang emas tersebut. "Pemerintah RI perannya dalam perjanjian ini hanya memfasilitasi. Ini murni emas Kerajaan Pagaruyung, yang jumlahnya sudah mencapai 2 miliar ringgit Malaysia atau setara dengan Rp300 triliun lebih," ujarnya.
Bahkan E. Suharto menegaskan, kalau Kerajaan Malaysia mangkir, maka dia siap menarik jaminan emas berpeti-peti di Bank Swiss itu. "Kalau itu terjadi maka uang Ringgit Malaysia itu tidak diakui dunia internasional," ujarnya. 
 
source:klik sumbar.com
Sabtu, Juni 25, 2011 | 0 komentar |


9 Keajaiban Alam Minangkabau

1. Jembatan Akar – Pesisir Selatan
2. Ngarai Sianok – Bukit Tinggi

3. Danau Singkarak – Tanah Datar
4. Gunung Singgalang – Padang Panjang

5. Laut Mentawai – Mentawai
6. Lembah Arau – Limapuluh Kota
7. Danau Maninjau – Agam

8. Danau Kembar – Solok
9. Pantai Air Manih/Batu Malin Kundang – Padang
 

Sabtu, Juni 25, 2011 | 0 komentar |


Hoyak Tabuik, Pesta Seni dan Budaya Terbesar

Pariaman.., tadanga langang, batabuik mangkonyo rami...

Penggalan lirik lagu gamad Minang di atas, memang terbukti sekali kenyataannya. Lirik itu memberi gambaran, betapa Pesta Tabuik yang menjadi ritual budaya di Kota Pariaman, sangat ditunggu urang piaman, baik yang ada di kampung halaman --Kabupaten Padangpariaman dan Kota Pariaman-- ataupun yang berada di perantauan. Tak hanya mereka, orang lain, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara, menjadikan ritual ini sebagai event yang wajib ditonton. Mengingat keunikannya yang jelas berbeda dengan ritual yang sama di Bengkulu.
Ritual Tabuik di Kota Pariaman hampir sama dengan Taksiyah di negara Iran yaitu menggambarkan kisah Hasan dan Husein, cucu Nabi Muhammad SAW yang meninggal dipancung musuh-musuhnya di Padang Karbala, Irak. Adalah tradisi kaum Syiah di Irak meratapi peristiwa itu, yang kemudian tradisi tersebut meluas ke berbagai negara muslim. Di Indonesia, selain di Pariaman, ritual mengenang peristiwa meninggalnya cucu Rasulullah juga diadakan di Bengkulu. Namun, pelaksaan tradisi itu juga menjadi berbeda-beda di setiap tempat.
Di Pariaman, Festival Tabuik ini telah dimulai pada tahun 1824. Ketika itu, pelaksanaan pertamanya diprakarsai para pedagang Islam beraliran syiah yang datang dari berbagai daerah dan negara, seperti Aceh, Bengkulu, Arab dan India. Karena tidak ada penolakan terhadap tradisi tersebut oleh masyarakat Pariaman, kemudian perayaan Tabuik itu dilaksanakan setiap tahun.
Pesta Tabuik dulu dikenal sebagai ritual tolak bala, yang diselenggarakan setiap tanggal 1-10 Muharram. Lokasi utama Pesta Tabuik biasanya berada di obyek wisata Pantai Gandoriah, sekitar 65 kilometer arah utara Kota Padang. Tabuik dilukiskan sebagai  'Bouraq', binatang berbentuk kuda bersayap, berbadan tegap, berkepala manusia (wanita cantik), yang dipercaya telah membawa arwah (souls of the) Hasan dan Husein ke surga. Dengan dua peti jenazah yang berumbul-umbul seperti payung mahkota, tabuik tersebut memiliki tinggi antara 10-15 meter.
Puncak Pesta Tabuik adalah bertemunya Tabuik Pasa dan Tabuik Subarang. Kedua tabuik itu dihoyak dengan diiringi alat musik tambur dan gendang tasa. Pada sore harinya kedua tabuik ini digotong menuju Pantai Gandoriah, dan menjelang matahari terbenam kedua tabuik dibuang ke laut. Dikisahkan, setelah tabuik dibuang ke laut, saat itulah kendaraan bouraq membawa segala arak-arakan terbang ke langit (surga).
Sebagaimana pesta rakyat, maka Pesta Tabuik berlangsung sangat meriah. Biasanya juga diramaikan dengan sejumlah pentas kesenian oleh anak nagari, seperti tari-tarian hingga debus ala Minang. Pengunjung pun selain dapat menyaksikan hoyak tabuik dan pembuangan tabuik ke laut, juga dapat membeli oleh-oleh mulai dari souvenir hingga makanan khas seperti sala lauak (penganan dari goreng tepung yang berbentuk bola-bola) dan ikan maco Pariaman yang terkenal gurih. Selain itu juga ada makanan khas Pariaman nasi Sek yang tersedia di pondok-pondok makan yang ada disepanjang Pantai Pariaman.
Sebagai potensi obyek wisata, Pesta Tabuik juga membawa dampak ekonomis yang akan dirasakan oleh masyarakat Kota Pariaman, diperkirakan ratusan juta lebih perputaran uang terjadi saat Pesta Budaya Tabuik Piaman. Oleh karena itu Pesta Budaya Tabuik Piaman menjadi event pariwisata wajib tiap tahunnya di Kota Pariaman.
Jumat, Juni 24, 2011 | 0 komentar |


Tour de Singkarak Melalui 12 Kabupaten dan Kota

Tour de Singkarak 2010 di Jam Gadang Bukittinggi (www.tourdesingkarak.com)


Tour de Singkarak 2011 yang bertema "Sport Tourism"  merupakan lomba balap sepeda internasional di Sumatera Barat digelar 12 jam lagi. Tour de Singkarak akan diikuti  pembalap dari 15 negara akan menempuh tujuh etape  dengan melewati 12 kabupaten/kota.
15 negara tersebut Jepang, China, Iran, Indonesia, Filipina, Australia, Malaysia, Belanda, Inggris, China Taipei, Selandia Baru, Irlandia, Rusia, Kyrgistan dan Spanyol
 
Ketujuh etape tersebut adalah
  • Etape 1 Padang (7 Laps)  total panjang race 85,4 Km
  • Etape 2 Padang-Sicincin-Pariaman jarak tempuh 105 Km, Finish di Pantai Gandoriah Pariaman
  • Etape 3 Pariaman-Bukittinggi jarak tempuh 120 Km
  • Etape 4 Bukittinggi-Lembah Harau jarak tempuh 59 Km
  • Etape 5 Payakumbuh-Sawahlunto jarak tempuh 79 Km
  • Etape 6A Sawahlunto-Istana Basa Pagaruyung jarak tempuh 94,6 Km
  • Etape 6B Istana Basa Pagaruyung-Padang Panjang jarak tempuh 39 Km
  • Etape 7A Padang Panjang-Danau Kembar
  • Etape 7B Danau Kembar-Danau Singkarak.
Ke-12 Kabupaten dan Kota yang terlibat dalam perhelatan ini adalah Pemerintah Kota Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, Kota Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Kota Payakumbuh, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten 50 Kota.
 
source:kliksumbar.com
Jumat, Juni 24, 2011 | 0 komentar |


Menyorot Tingkah Laku Gamawan Fauzi

 http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRnn11d7t6lY5SNsqZmPw2GvsJO5ge9aeJZ0j5JwqCttM03UrEV

Pintu Langik: Siapa Bilang Mendagri RI Tak Ikut Kampanye
Meskipun jadwal kampanye Pemilukada belum dimulai, namun kedatangan Mendagri Gamawan Fauzi ke Solok dengan alasan syukuran di rumah orang tuanya, terindikasi diboncengi kompanye terselubung, sehingga mendapat sorotan dari Dewan Asosiasi Advokad Cabang Solok. Ada apa?

Solok, BAKINNews---Nampaknya kedatangan Mendagri Gamawan Fauzi yang kabarnya syukuran dirumah orang tuanya, dengan mengundang banyak orang dan Calon Gubenur Sumbar Endang Irzal, serta Calon Bupati Solok SR-Desra yang diduga ikut kampanyekan salah satu Calon Bupati Solok. Hal tersebut ditegaskan Jasril Jek Dt. Pintu Langik Ketua Asosiasi Advokad Indonesia Cabang Solok dan juga Ketua Kosgoro Solok saat memberikan komentarnya, Senin (31/5) lalu, di Solok. 

Menurut JJ. Dt. Pintu langik, ketika Mendagri melakukan syukuran dan silaturrahmi ke kampung halamannya di Sumatera Barat belum lama ini, hanya menghadiri acara yang digelar KPU Sumbar dengan acara kesepakatan melaksanakan Pemilukada Badunsanak, kesempatan itu dipergunakan juga oleh sang Mendagri berkunjung ke daerah kelahirannya Alahan Panjang, dengan dalih acara silaturrahmi dan syukuran. Kenyataan dari pantauan Koran ini, sang Mendagri saat itu terkesan bukan silaturrahmi, tapi terkesan melakukan kampanye terselubung terhadap salah satu pasangan Bupati dan Wakil Bupati, serta salah satu pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur.
Terbukti dari pembicaraannya didepan pengunjung yang mayoritas masa pendukung pasangan SR-Desra, meskipun berdalih bukan kampanye, namun tampak sang Menteri memperlihatkan kegembiraannya, sehingga kelihatan sang Menteri saking gembiranya, lupa perbuatannya bagaikan pengobral kain murahan ditengah pasar, dengan berteriak menghitung semua Nagari yang ada di Kabupaten Solok dari utara sampai…, sehingga terpeleset sampai menyebut nama Nagari Lubuk Selasih dan Kayu Aro, sambil dengan sinis menyebut nama Nagari Guguk dan Singkarak, Nagari asal Calon pasangan Gusmal Edi Erizon.
Ironisnya lagi, saat itu Gamawan Fauzi lupa bahwa dia adalah milik semua kandidat, terlihat nyata tidak menegur para pendukung salah satu pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati Solok, mengacung-ngacungkan tangannya dengan tanda nomor urut 2, serta mengeluarkan teriakan yel-yel hidup SR-Desra. Disisi lain, Gamawan Fauzi terkesan sengaja melecehkan Panwas, karena sering mengatakan kalau kampanye nanti disalahkan Panwas pula, padahal dia seorang Mendagri yang sangat tahu tentang etika dan aturan yang ada.
Sikap Gamawan Fauzi itu, sangat disesalkan sikap mengizinkan fotonya dipampang sebagai background pada baliho salah satu pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Solok, hal ini diketahui pada jawaban Gamawan di Facebook menjawab pertanyaan salah seorang pimpinan Mingguan di Sumbar, sementara jabatan Menteri melekat, atau tidak bisa dipisahkan dengan pribadi Gamawan Fauzi, walaupun mencari alasan tidak pakai benggo pejabat Negara.
Dari sikap Gamawan tersebut, JJ Dt. Pintu Langik menilai Gamawan telah ikut menciderai demokrasi di Kabupaten Solok, sehingga sengaja melukai hati masyarakat Sumatera Barat pada umumnya Kabupaten Solok khususnya, padahal melejitnya karir Gamawan dimulai memimpin Kabupaten Solok selama dua priode, hingga mencapai sukses jadi Mendagri RI. Kok, sampai hati Gamawan mau berbuat seperti itu? Arogansikah, atau melepaskan rasa sakit hati? BIN 700 

source:BAKINNews
Jumat, Juni 24, 2011 | 0 komentar |


Pesawat Akrobatik Jatuh, Pilot Tewas
















Pesawat jenis Krestein Eagle (kupu-kupu) jatuh di perumahan warga, Jalan Galaxy, Tunggul Hitam, Padang. Pilot pesawat yang sedang melakukan atraksi akrobatik pun tewas.
GUSPA CHANIAGO dan DERI OKTAZULMI

Pesawat tersebut menunjukkan kebolehannya dalam Minang Aerosport Show 2011. Entah kenapa, pesawat berwarna putih itu tiba-tiba menukik ke bumi, Kamis (23/6) sekitar pukul 17.00 WIB.
Pesawat kecil dengan nomor landing N21H tersebut sebelumnya melakukan akrobatik yang memukau di langit Padang. Namun saat terbang menjulang ke angkasa, pesawat turun dengan suara hebat. Badan pesawat bergetar dan tidak mampu lagi naik.
Pesawat menghantam pohon rambutan di salah satu rumah di komplek TNI AU itu.
Warga yang melihat kejadian hanya bisa terpana dan kemudian berlarian ke lokasi jatuhnya pesawat. Puluhan personel TNI AU, kepolisian dan tim SAR langsung memberikan bantuan.
Pilot pesawat Kolonel (Purn) Zakaria Shaleha yang terjepit dikeluarkan dan dibawa ke Rumah Sakit M Djamil Padang. Namun, setiba di rumah sakit, pilot asal Malaysia itu menghembuskan napas terakhir.
Menurut saksi mata, Syafrizal, 46, ia melihat pesawat kupu-kupu itu menjulang ke langit biru, kemudian turun dengan cepatnya sambil putar-putar. Setelah itu naik lagi dengan gagahnya. Di saat menjulang kembali, pesawat melayang ke bawah seolah-olah mati mesin dan menukik dengan cepatnya.
Pesawat menghantam pohon rambutan sehingga patah dua, kemudian jatuh ke tanah. “Kalau tidak menghantam pohon, pesawat bisa meledak dan berkemungkinan adanya korban lain,” kata Syafrizal.
Setelah pilot dievakuasi, petugas sempat menyiagakan empat unit mobil pemadaman kebakaran, sebab avtur terlihat keluar dan dikhawatirkan akan meledak. Namun, sekitar 30 menit kemudian, tidak ada ledakan sehingga dibawa ke Pangkalan TNI AU Tabing, untuk diamankan.
Sebelum dibawa ke pangkalan TNI AU, puluhan personel menutup lokasi jatuhnya pesawat ringan itu, guna menghindari hal-hal tak diinginkan. Warga disuruh mundur dan menjauh dari lokasi, karena dikhawatirkan akan meledak.
Sementara empat unit mobil pemadaman kebakaran langsung menyirami bangkai pesawat karena dari mesin keluar asap hitam.
Walikota Padang Fauzi Bahar mengungkapkan kesedihannya atas peristiwa yang menimpa peserta Minang Aero Sport Show 2011 ini. Apa penyebab pesawat itu jatuh, menurut Fauzi masih dalam penyelidikan petugas.
Namun, dugaan sementara mesin pesawat mati saat menjulang di angkasa. Selain walikota, Kapolresta Padang Kombes M Seno Putro juga terlihat di lokasi kejadian.
Korban tewas Kolonel Zakaria, tak lain pilot Angkatan Udara (AU) Tentara Diraja Kerajaan Malaysia. Ia bermanuver di udara dengan pesawat lain bersama rekan dari AU Malaysia, Letkol Amran.

Wartawan diusir
Sejak pembukaan acara dua hari lalu, reporter di lapangan mengaku, panitia arogan. Ada wartawan yang diusir.
Terlepas dari semua itu, acara yang baru pertama kali diadakan di Padang ini, dinilai bagus untuk promosi wisata. Bahkan Gubernur Irwan Prayitno menjanjikan akan menganggarkan untuk iven kedua tahun depan dalam APBD Sumbar.
Acara ini diikuti 150 peserta dari berbagai daerah, termasuk dari Malaysia, Singapura, Thailand dan Australia.
Meski terjadi kecelakaan acara tetap dilanjutkan hingga 26 Juni mendatang.
Kegiatan Minang Aero Sport Show (MASS) dan Sumbar Expo 2011 di Bandara Tabing, dibuka Rabu (22/6).
Pembukaan ditandai pemukulan beduk oleh Gubernur, Irwan Prayitno bersama Komandan Lapangan Udara (Danlanud) Tabing, Letkol Penerbang Awang Kurniawan. (*)

sumber:PADANG - SINGGALANG
Jumat, Juni 24, 2011 | 0 komentar |