Fatner


Pengikut

Semen Padang FC - on Regional Minangkabau






Semen Padang FC

Nama lengkap Semen Padang Football Club
Julukan Kabau Sirah (Kerbau Merah / Red Bull)
Didirikan Minggu, 30 November 1980
Stadion Stadion Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Indonesia (Kapasitas: 28.000)
Ketua Umum -
Sekretaris Daconi
Bendahara Ampri Satyawan
Manajer Asdian
Pelatih Nil Maizar
Dokter Tim dr. Rifdasri




Semen Padang FC
Semen Padang Football Club (dahulu Persatuan Sepak bola Semen Padang) adalah sebuah klub sepak bola yang dimiliki oleh PT Semen Padang yang merupakan perusahaan semen tertua di Indonesia yang berdiri sejak 1910. Klub sepak bola yang berdiri sejak 30 November 1980 ini bermarkas di Indarung, Padang, Sumatera Barat, dan memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Agus Salim.

Sejarah
Persatuan Sepakbola Semen Padang (PS Semen Padang) merupakan mantan kontestan Galatama, kompetisi sepakbola semi-profesional yang pernah digulirkan PSSI. Pendanaan yang rutin dari perusahaan semen itu, membuat klub ini terus eksis dan tidak pernah mengalami krisis finansial, seperti melanda sejumlah klub plat merah yang mengandalkan dana APBD. Semen Padang berhasil meraih peringkat ke-3 Divisi Utama Liga Indonesia 2009–10 sehingga berhak promosi ke Liga Super Indonesia 2010–11. Pelatihnya waktu itu adalah Arcan Iurie (Moldova).


Prestasi
Galatama:
1981-1993
Divisi Utama Liga Indonesia:
1994–95: Peringkat 5 Wilayah Barat
1995–96: Peringkat 9 Wilayah Barat
1996–97: Peringkat 7 Wilayah Barat
1997–98: Peringkat 9 Wilayah Barat (kompetisi tidak selesai)
1998–99: Peringkat 3 Babak 10 Besar / Peringkat 2 Grup I Wilayah Barat
1999–2000: Peringkat 6 Wilayah Barat
2001: Peringkat 7 Wilayah Barat
2002: Semifinalis / Peringkat 1 Wilayah Barat
2003: Peringkat 8
2004: Peringkat 15
2005: Peringkat 10 Wilayah Satu
2006: Peringkat 11 Wilayah Satu
2007: Peringkat 16 Wilayah Barat
2008: Peringkat 2
2009–10: Peringkat 3 Babak 8 Besar / Peringkat 1 Grup 1
2011: Peringkat 4


Stadion
Semen Padang saat ini memiliki stadion dengan kapasitas 28000 kursi dengan nama Stadion Agus Salim, yang merupakan stadion kebangaan Semen Padang FC dan Minangkabau FC


Skuad Semen Padang FC Season 2010/2011


No.---Pos. Nama
01 GK Syamsidar
03 DF Syafruddin
05 DF David Ngan Pagbe
06 MF Yu Hyun Koo
07 FW Suheri M Daud
08 MF Elie Aiboy
10 MF Vendry Ronaldo Mofu
11 DF Hengky Ardiles Rumbiak
12 MF Dedy Hartono
13 MF Muhammad Rizal
14 DF Gusripen Efendi
17 FW Budi Kurnia
20 DF Park Chul-Hyung
22 FW Edward Junior Wilson
23 MF Esteban Gabriel Vizcarra
24 MF Heru Nerly
25 MF Anda Hendrawan
26 FW Saktiawan Sinaga
27 DF Tommy Rifka Putra
33 GK Dicky Jamalis
66 MF Rudi
69 GK Jandia Eka Putra
77 DF Muhammad Fauzan Jamal


Bang Ickhsan (kiri) dan Bang Bonario (kanan)









THE KMER'S dan SPARTACK'S satu dukung SEMEN PADANG FC



source: kaskus.us
Sabtu, Juli 30, 2011 | 0 komentar |


Wisata Religius ke Makam Syekh Burhanuddin

 

VIVAnews - Menjelang Ramadan, ratusan jamaah duduk tafakur di halaman depan komplek makam Syekh Burhanuddin, di Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.
Sebagian besar dari peziarah menggenggam tasbih, fokus memanjatkan do'a di pelataran makam yang dihiasi bunga kamboja.

Saat itu, matahari kian terik, ratusan orang tak henti-hentinya menanggalkan sandal dan memasuki ruang pemakaman Sekh Burhanuddin yang cukup terkenal di kota Minang itu.

Ketika VIVAnews.com, Senin 9 Agustus 2010, menyempatkan diri berkunjung ke makam ulama besar Minang ini, terlihat desain bangunan areal makam ini cukup unik bercirikan arsitektur masjid pada abad ke-16.

Arsitektur Minang terasa kental dengan ciri atap gonjong (runcing) mendominasi bagian atap bangunan makam. Namun, sentuhan arsitektur Jepang juga terasa di bagian atap bangunan yang memiliki atap tumpang persegi dipadu atap gonjong.

Menjelang Ramadan ini, makam Syekh Burhanuddin ramai dikunjungi peziarah penganut tarekat Islam Sattariyah di Sumatera Barat. Lokasi makam ulama ini tidak pernah sepi dari peziarah.

Makam Syekh Burhanuddin ini berdiri di areal yang luasnya diperkirakan sekitar satu hektare persegi. Makam ini berada tepat di kawasan pasar Ulakan yang ramai dikunjungi warga setempat.

Selain menjadi lokasi untuk memanjatkan doa bagi penganut tarekat Sattariyah, areal makam Syekh Burhanuddin merupakan tempat wisata religius bagi penganut Islam. Saat memasuki areal makam, sejumlah panganan khas daerah menghiasi jalan masuk areal makam.

Para pedagang yang berjejer di jalan masuk menuju areal makam didominasi pedagang buku-buku Islam serta kemenyan dan batu giok. Mereka juga menawarkan Quran kecil yang diyakini mampu melindungi pembelinya dari bala.

Di makam ini, peziarah memanjatkan doa-doa keselamatan hidup di dunia. "Banyak yang datang ke sini untuk memanjatkan doa agar mendapatkan rezeki (anak)," ujar Umayah (65) pedagang makanan ringan di areal makam.

Peziarah meyakini, areal makam Syekh Burhanuddin merupakan salah satu lokasi keramat di mana doa-doa akan terkabul. Bahkan, di kalangan masyarakat awam dipercaya, mengunjungi makam sealama tujuh kali tak ubahnya seperti menunaikan ibadah haji.

Namun, hal itu dibantah Guru besar Ilmu Taswuf  Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang  Prof Duski Samad, bahwa paham seperti itu sesat. "Ini tidak benar dan terkesan menyesatkan. Ulama perlu meluruskan ini, karena terjadi distorsi di tengah ummat," ujar Duski Samad.

Karena itu, diimbau agar dinas pariwisata setempat untuk memberikan panduan yang jelas bagi peziarah. "Ziarah boleh dengan tidak mengagungkan makam. Cara-cara ini yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menghindari ummat berbuat sesat," katanya.

Seperti diketahui, Syekh Burhanuddin merupakan ulama penyebar Islam di Minangkabau pada abad ke-17. Ulama besar ini memiliki pengetahuan yang mendalam tentang Islam dan diyakini memiliki kekuatan supranatural.

Tak hanya menjelang Ramadan, makamnya juga sangat ramai dikunjungi peziarah jika masuk bulan Syafar bertepatan dengan meninggalnya ulama besar ini. Masyarakat setempat menyebut tradisi tersebut dengan istilah 'basyafar'.

Menurut Ali Imran Tuanku Radhi, juru kunci makam, basyafar merupakan rangkaian ibadah yang dilakukan untuk mengagungkan pencipta. Ritual ini juga menyempatkan untuk membuka kembali peninggalan syekh Al-Quran yang terbungkus kulit mayang. (umi)
Sabtu, Juli 30, 2011 | 0 komentar |


550 Personel Polresta Padang Amankan Prosesi "Balimau"



Padang (ANTARA News) - Polresta Padang menyiagakan 550 personel untuk pengamanan satu hari menjelang  bulan Ramadhan 1432 Hijriah.
 
Wakapolresta Padang AKBP Wisnu Handoko di Padang, Selasa, menyatakan, pihaknya telah menetapkan 550 personel untuk pengamanan prosesi "balimau" (kegiatan mensucikan diri sehari sebelum bulan puasa, red) yang sudah menjadi tradisi di Sumbar.

"Kita telah menyiapkan 550 personel dari jajaran Polres dan Polsek yang ada di kota ini untuk pengamanan pada hari `balimau`," katanya.

Wisnu menambahkan, anggota yang disiapkan untuk mengamankan hari "balimau" tersebut akan ditempatkan di 25 titik tempat wisata di Kota Padang.

Menurut data pihak kepolisian di Kota Padang, ada 25 titik lokasi pariwisata yang sering dikunjungi masyarakat menjelang memasuki bulan Ramadhan di sembilan kecamatan.

Sembilan kecamatan yang harus diawasi saat memasuki bulan Ramadhan adalah Koto Tangah, Pauh, Kuranji, Padang Barat, Padang Selatan, Lubugbegalung, Nanggalo, Bungus, dan Lubuk Kilangan.

Operasi keamanan jelang Ramadhan tersebut akan dilaksanakan Minggu (31/7), mulai pukul 15.00 WIB.

Dalam pengamanan jelang Ramadhan tersebut pihak kepolisian juga akan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Padang, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, serta juga aparat dari TNI.

"Dalam pengamanan tersebut kita juga akan bekerja sama dengan instansi terkait lainnya, agar keamanan Kota Padang dan juga pengunjung di lokasi wisata dapat nyaman dalam menyambut bulan Ramadhan," jelas Wisnu.

Ia menambahkan, dalam pengamanan tersebut aparat di lapangan juga akan mengantisipasi tindakan kriminal, seperti pencurian serta kecelakaan lalu lintas.

Menjelang memasuki bulan Ramadhan, kebiasaan masyarakat di Sumbar setiap tahunnya adalah berpergian ke objek-objek wisata, dimana mereka biasa menamakannya dengan "balimau".

Saat "balimau" tersebut dibutuhkan pengaman ekstra dari pihak kepolisian, sebab tidak jarang terjadi tindakan kriminal selain juga kecelakaan lalu lintas.

Belajar dari tahun-tahun sebelumnya, pengamanan di setiap lokasi wisata dan jalan raya di Kota Padang pada tahun ini akan semakin ditingkatkan.  (ANT276/R014/K004)
Sabtu, Juli 30, 2011 | 0 komentar |


Arab Saudi Pun Bilang, 'Tiada Maaf Bagi Ruyati!'

Arab Saudi Pun Bilang, 'Tiada Maaf Bagi Ruyati!'
Dengan sombongnya Dubes Arab Saudi, Abdulrahman Mohamed Amen Al-Khayyat bersuara keras, bahwa tak ada kata maaf untuk "penyembelihan" Ruyati
Hal ini terungkap ketika Duta Besar (Dubes) Arab Saudi Abdulrahman Mohamed Amen Al-Khayyat tersebut mebantah pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa. Malah Marty dituduh berbohong.
Seperti diberitakan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengatakan bahwa pihak Kerajaan Arab Saudi telah meminta maaf kepada pemerintah RI terkait hukuman mati yang dijatuhkan kepada TKI Ruyati binti Satubi.

Namun, Menlu Marty menolak berkomentar mengenai tuduhan Dubes Arab Saudi tersebut bahwa dirinya berbohong. "Saya tidak ada lagi yang disampaikan. Mengenai masalah itu semua sudah cukup faktual. Saya hanya menyampaikan bahwa semua penjelasan sudah cukup. Terima kasih," kilah Marty saat ditanya wartawan, Jumat (24/6/2011).

Sebagaimana diberitakan The Jakarta Post, Dubes Arab Saudi itu membantah bahwa Menteri Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi telah meminta maaf kepada pemerintah Indonesia karena tidak memberikan informasi terkait eksekusi Ruyati binti Satubi. Al-Khayyat juga membantah bahwa pemerintah negaranya tidak memberitahukan mengenai prosedur eksekusi tersebut.

Sebelumnya, Menlu Marty Natalegawa mengaku, Pemerintah Arab Saudi minta maaf kepada pemerintah RI terkait pelaksaan hukuman pancung terhadap Ruyati. Mereka mengaku lalai tidak lebih awal memberitahukan jadwal pelaksaan eksekusi hukuman mati untuk kasus pembunuhan yang dilakukan oleh TKI non-formal asal Bekasi itu.

"Betul, mereka menyampaikan penyesalannya mengenai perkembangan ini kepada kami tadi. Beliau menyampaikan bahwa intinya mereka lalai karena tidak menyampaikan kepada kita, seharusnya disampaikan," kata Marty di Istana Negara, kemarin.
Saat konferensi pers bersama Presiden SBY, Menkumham Patrialis Akbar dan Menakertrans Muhaimin Iskandar, Marty mengatakan telah bertemu dengan Dubes Arab. Marty bilang, Dubes Arab menyampaikan maaf karena eksekusi itu.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Luar Negeri, Teuku Faizasyah mengaku yakin Menlu Marty tidak berbohong soal pernyataan maaf dari Kerajaan Arab Saudi. "Semua fakta sudah disampaikan Pak Menlu beberapa waktu lalu dan proses bisa kita ukur dan menyatakan kesahihannya."
"Saya sendiri tidak bisa (memastikan). Karena saya sendiri tidak hadir. Tapi saya menangkap, mereka menyampaikan permintaan maaf atas lalainya penyampaian informasi," kata Faizasyah di Istana Presiden, Jumat (24/6).

Sementara itu, dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar Arab Saudi yang diterima redaksi media massa, Jumat (24/6/2011), menyatakan bahwa pertemuan antara Mohammad Amien Al-Khayyat dengan Menlu Marty Natalegawa, pada Rabu (22/6/2011), dalam rangka membicarakan hubungan bilateral kedua negara, dan tidak ada permohonan maaf.

Itu merupakan panggilan kedua kepada Khayyat setelah kasus pemancungan Ruyati mencuat. Kedubes Saudi mengatakan bahwa dalam pertemuan kedua itu, Khayyat hanya menyatakan kesiapannya untuk menyampaikan surat tertulis Menlu RI yang ditujukan kepada Saud Al-Faisal, Menteri Luar Negeri Saudi.
Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI pun berupaya membela diri, agar Menlu Marty tidak dianggap seolah-olah berbohong. Katanya, dalam panggilan pertama yang lalu, Khayyat dengan Kementerian Luar Negeri yang saat itu diwakili Direktur Timur Tengah Kemenlu, Ronny Yuliantoro, Senin (20/6), permintaan maaf dan pengakuan lalai itu sudah disampaikan.

Dalam pertemuan pertama itulah, menurut pihak Kemenlu, Khayyat juga menyampaikan permintaan maafnya atas kasus yang menimpa Ruyati. "Dubes Arab Saudi meminta maaf dan menyesalkan hal tersebut. Dia bertekad agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari," aku juru bicara Kemenlu RI, Michael Tene, Selasa (21/6/2011) lalu.

Terkait kebenaran apakah Menlu Marty berbohong atau tidak, Wakil Ketua Komisi I DPR Tubagus Hasanuddin meminta Menlu Marty dan Dubes Arab Saudi Al Khayyat memberi penjelasan pada publik soal permintaan maaf atas kasus pemancungan TKI Ruyati. "Harus diperdalam lagi, Dubes itu menyatakan tidak pernah minta maaf soal yang mana? Kalau Pak Marty bilang kan Dubes (Saudi) sudah minta maaf untuk urusan tidak memberitahu soal pemancungan. Tapi Dubesnya mengaku tidak minta maaf," pinta politisi PDIP ini.

Senada pula, Anggota Komisi I DPR Mahfudz Siddiq dari Fraksi PKS meminta Menlu Marty segera mengklarifikasi tuduhan dari Arab Saudi tersebut. “Menlu harus klalrifikasi soal ini biar engga ada tudingan melakukan kebohongan publik. Kalau tidak ada klarifikasi jadi polemik di masyarakat dan isu jadi tidak karuan," ungkapnya.

Tapi Mahfudz juga meminta Dubes Saudi untuk menunjukkan empati dan perhatian terhadap kasus Ruyati karena isu ini telah menjadi perhatian publik. Apalagi hingga kini belum pernah ada pernyataan turut berduka dari Saudi pada rakyat Indonesia, malah Dubes Saudi menyerang Menlu RI.
"Sebagai negara yang sudah lama bersahabat dan sesama negeri muslim kita sampai sekarang belum ada dengar dari Dubesnya sekadar menyatakan turut prihatin dan berupaya membantu. Ini pernyataan yang datang pertama malah pernyataan membantah minta maaf," tukasnya.
Pengamat Universitas Nasional (Unas) jakarta, Tubagus Januar Soemawinata menilai Dubes Arab Saudi maupun Menlu Arab Saudi sama-sama sombong seperti sombongnya bangsa Arab, sehingga tak mau mengeluarkan kata maaf sedikit pun. "Bagaimanapun juga mestinya mereka minta maaf atas eksekusi hukuman terhadap TKI kita yang dilakukan secara sepihak dan meremehkan pihak Indonesia," tegas mantan aktivis ini.
Menurut Januar, pihak pemerintah Arab pongah dan sangat tertutup dalam kasus Ruyati. Padahal, publik di Indonesia sangat kesal dengan perilaku pemerintah Arab tersebut. Apalagi, kabarnya Ruyati sering disiksa, hingga tidak tahan lagi dan terpaksa membunuh majikannya. Sayangnya, akibat keluguan Ruyati, dalam persidangan dia dengan gamblang mengakui membunuh setelah bertengkar karena keinginannya untuk pulang tidak dikabulkan. "Banyak oknum majikan di Arab Saudi yang menyiksa ibu-ibu TKI bak memperlakukan binatang," sesalnya.

Januar menanggap pemeirntah Kerajaan Arab otoriter dan berbuat tidak adil. "Saya dengar, hukuman mati di Arab Saudi itu hanya berlaku bagi rakyat kecil, tetapi tidak berlaku bagi keluarga kerajaan dan orang yang berduit," beber pengamat Unas sembari menambahkan, dirinya heran dengan pihak pemerintah Arab yang tidak mau sama sekali rendah hati. "Mereka sepertinya meremehkan bangsa kita. Makanya, kita punya Presiden harus tegas."
Sebelumnya, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Buya HA Sjafi’i Ma’arif menilai hukuman pancung terhadap Ruyati sebagai tindakan yang biadab karena Pemerintah Arab Saudi tidak pernah memberitahutahu sebelum pelkasanaan eksekusi terhadap ‘pahlawan devisa’ kita itu.
“Seharusnya pemerintah Arab Saudi melaporkan kasus ini ke Konjen Indonesia di sana, bukan mengasih tahu setelah pasca eksekusi dilakukan.  Sudah meninggal, sudah dipancung, baru diberitahu... itu biadab," seru Syafi’i Ma’arif.
Dilema, Atase Ketenagakerjaan Dan Moratorium
Fraksi PKB DPR RI mengusulkan agar penambahan jumlah atase ketenagakerjaan diperhatikan pemerintah, hal ini dijadikan alasan karena perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di negara penempatan tidak terjamah sekalipun. “Perlu ditegaskan kembali, pemerintah tetap harus menambah jumlah atase ketenagakerjaan, dan porsi kewenangan yang lebih dari kewenangan administrasi, seperti kasus Ruyati yang dihukum pancung,” kata anggota Fraksi PKB, Chusnunia, Jumat (24/6).

Menurut Chusnunia, atase ketenagakerjaan seharusnya memiliki kewenangan yang bersifat kebijakan digunakan untuk upaya-upaya perlindungan pada TKI. Dalam hal moratorium, anggota Fraksi PKB ini, juga mendukung kebijakan pemerintah yang sedang melakukan langkah-langkah menuju penghentian pengiriman TKI sektor informal ke Arab Saudi.

Namun, Chusnunia meminta pemerintah mengkaji benar konsekuensi atas kebijakan moratorium tersebut, karena tidak bisa dielakkan puluhan ribu calon tenaga kerja Indonesia (CTKI) yang gagal, atau belum bisa berangkat karena moratorium harus dipikirkan kebutuhan lapangan pekerjaannya. Ia pun menyatakan, pemerintah harus memikirkan penyelesaian paling tidak angka 36 ribu orang jika moratorium diberlakukan. Saat moratorium dijalankan pemerintah wajib bertanggung jawab jika terjadi bertambahnya angka pengangguran.

“Kalau menurut data, setiap bulan ada 12 ribu TKI yang berangkat, jika dikalikan 3 berapa? Jelas lah, ada 36 ribu TKI yang harus dipikirkan pemerintah untuk mendapat pekerjaan, ini dilematika, satu sisi harus ada atase ketenagakerjaan guna jaminan perlindungan hukum, satu sisi ada moratorium yang berdampak pengangguran, hal ini harus dipikirkan dan dicarikan solusinya bersama,” kata Chusnunia.
Satgas Khusus TKI Langsung Bekerja
Kepala Pusat Humas Kemenakertrans Suhartono  menegaskan moratorium penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi hanya berlaku bagi sector domestic worker atau penata laksana rumah tangga (PLRT). Sedangkan TKI yang bekerja di sektor formal  dapat tetap berangkat dan bekerja ke Arab Saudi.

Mengenai pembentukan satuan tugas khusus, Suhartono  mengatakan berdasarkan keterangan Menakertrans Muhaimin Iskandar pihak Kemenakertrans sedang berkoordinasi dengan Kemenlu dan Kementerian Hukum dan HAM untuk menyusun anggota satgas sehingga dapat segera menjalankan tugasnya.

“ Sebagaimana telah diputuskan Presiden dan Menakertrans, moratorium ke Arab Saudi memang hanya berlaku bagi TKI sektor domestik yang bekerja di sektor rumah tangga, sedangkan TKI formal tetap bisa berangkat dan bekerja ke Arab Saudi,” kata Kepala Pusat Humas Kemenakertrans Suhartono dalam keterangan pers, Jumat (24/6).

Suhartono  mengatakan Pemerintah akan melakukan moratorium (penghentian sementara) pengiriman TKI ke Arab Saudi. Pemberlakuan moratorium efektif mulai dijalankan pada 1 Agustus 2011 mendatang. Namun langkah itu akan dimulai hari ini dengan sejumlah persiapan. Moratorium ini akan dilakukan sampai ada pranata, perjanjian/MoU dan kesepakatan yang menjamin hal-hal lain yang diperlukan TKI.

Sementara itu, mengenai satgas khusus TKI Suhartono mengungkapkan  bahwa Menakertrans telah berjanji  satgas khusus segera terbentuk dan mulai bekerja  untuk penanganan dan pembelaan khusus WNI kita yang terancam hukuman mati.

“Salah satu alasan dan pertimbangan dalam pembentukan satgas khusus TKI adalah rekomendasi DPR untuk menyelamatkan 303 orang TKI yang terancam mati. Satgas ini akan memaksimalkan upaya hukum dan diplomasi sehingga dapat menyelamatkan para TKI tersebut,“ kata Suhartono.

"Hari ini sudah dimulai penyusunan nama-nama Satgas yang melibatkan koordinasi lintas kementerian.Setelah terbentuk, Menteri akan  langsung lapor Presiden dan langsung bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing masing dalam koordinasi Kemenakertrans,“ Jurubicara Kemenakertrans. (*/RM/ARI/fon)

source: http://www.jakartapress.com/
Senin, Juni 27, 2011 | 0 komentar |


Al-Bishi Si Tukang Pancung Dari Arab, Dalam Sehari 10 Kepala Putus



 Hukuman Qisas menjadi buah bibir seiring berita miris TKI Ruyati binti Satubi yang menjalani satu di antara bentuk hukuman dalam Islam itu, karena dikabarkan terbukti membunuh ibu majikannya. Secara luas, publik sudah banyak mengetahui bentuk Qisas. Eye to eye atau blood to blood istilah inggrisnya. Hilang nyawa? Ya balas nyawa.
Pun sedikit saja yang mengetahui cerita hidup dan kehidupan para eksekutor qisas. Sebuah balada hidup jagal qisas yang terungkap ke publik adalah kisah Muhammad Saad al-Beshi.
Di Arab Saudi, nama Beshi cukup terkenal. Maklum saja, pria yang kini berusia sekitar 50 tahun ini merupakan seorang eksekutor andal yang dipekerjakan secara khusus oleh pemerintah Arab Saudi. Beshi, yang direkrut jadi eksekutor sejak 1998, mengaku bangga dengan pekerjaannya itu.
Bukan hal yang menakutkan baginya meski harus menjalankan perintah memenggal kepala para terpidana mati, tak terkecuali wanita. Padahal secara pribadi, al-Beshi merupakan pribadi antikekerasan terhadap perempuan.
“Saya memang menentang kekerasan terhadap perempuan. Namun, jika semua perintah (pemenggalan) datangnya dari Tuhan, saya harus melaksanakannya. Saya bangga bisa melakukan pekerjaan untuk Tuhan,” ujar Beshi seperti dikutip harian Arab News.
Berdasarkan hukum Islam yang berlaku di Arab Saudi, hukuman mati pantas diberlakukan untuk seorang pembunuh, pemerkosa, penyelundup narkoba, perampokan bersenjata dan pengguna narkoba.
Selain diminta memenggal kepala tahanan, tak jarang Beshi juga diminta menembak mati tahanan perempuan. “Semua tergantung permintaan. Kadang mereka menyuruh saya menggunakan pedang, kadang pula dengan senjata api. Namun, seringkali saya memakai pedang,” ujarnya.
Ketika diwawancarai, Beshi bekerja sebagai eksekutor di penjara Taif. Di antara tugasnya di sana, ia harus memborgol dan menutup mata tahanan yang menghadapi hukuman mati. Pernah, dalam sehari ia memenggal 10 kepala terpidana mati.
Betapapun kuat mental Beshi, toh ia mengakui bahwa ketika pertama kali menjadi eksekutor di Jeddah, ia sangat gugup. Pasalnya, banyak orang yang menyaksikan eksekusi itu. Namun, kini Beshi telah mampu mengatasi “demam panggung”-nya. '

Algojo Saudi: Saya Mohon Maaf ke Keluarga Korban


REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH - Muhammad Saad Al-Beshi merupakan salah satu algojo paling ternama di Arab Saudi. Meski tugasnya memancung kepala orang, Muhammad Saad Al-Beshi mengaku tetap menghormati keluarga korban yang dipancungnya.

Seperti diberitakan Arab News, Muhammad Saad Al-Beshi memiliki tradisi tiap kali akan memancung seorang terpidana. Dia akan mengunjungi keluarga korban untuk meminta maaf karena dia besok akan memancung anggota keluarga mereka.

''Saya selalu memiliki harapan hingga detik-detik terakhir pemancungan,'' katanya. ''Saya selalu berdoa kepada Tuhan agar narapidana mendapat harapan baru. Saya selalu menjaga harapan tersebut tetap hidup.''

Muhammad Saad Al-Beshi tidak bersedia membeberkan gaji sebagai algojo karena itu merupakan kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi. Namun, menurut Muhammad Saad Al-Beshi, gaji bukan hal penting bagi dirinya. ''Saya merasa bangga bisa melakukan tugas Tuhan,'' katanya.

Pedang Algojo Seharga Rp 46 Juta

REPUBLIKA.CO.ID,RIYADH - Muhammad Saad Al-Beshi, salah satu algojo ternama di Arab Saudi, mengaku tidak terlalu mempersoalkan gaji seorang algojo. Karena itu, dia tidak bersedia membeberkan berapa gajinya sebagai algojo.

Namun demikian, Muhammad Saad Al-Beshi setidaknya mendapat hadiah pedang dari pemerintah yang nilai terbilang cukup mahal. Dia menyebutkan harga pedangnya sekitar 20 ribu riyal (Rp 46 juta).

''Pedang ini adalah pemberian dari pemerintah. Saya rajin merawat dan mengasahnya. Saya selalu memastikan tidak ada noda darah yang tertinggal di pedang,'' kata Muhammad Saad Al-Beshi seperti dikutip Arab News. ''Pedang ini sangat tajam. Orang-orang merasa terheran-heran betapa cepatnya pedang ini memisahkan kepala dari badan.''

Banyak orang menyaksikan saat Muhammad Saad Al-Beshi menjalankan tugasnya. ''Ada yang takut ketika melihat eksekusi. Saya tidak tahu kenapa mereka datang dan melihatnya jika merasa mual ketika menyaksikannya. Saya? Saya tetap bisa tidur nyenyak,'' ujarnya. 









Source:
Senin, Juni 27, 2011 | 0 komentar |


Pantai Arta

 












Pantai Arta merupakan Objek wisata laut yang terletak ±16 km dari pusat kota Pariaman tepatnya di nagari Kuranji Hulu kecamatan Sungai Limau Kabupaten Padang Pariaman, jalan menuju lokasi pantai beraspal baik, dan merupakan Jalur Utama dari Padang ke Kabupaten Agam, serta mudah dicapai dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, lokasi pantai yang luas beserta tempat parkir. Pantai arta ini dilengkapi dengan pentas (tempat mengadakan acara kesenian); gazebo (tempat santai) serta rumah makanan dan juga ada tempat bermain untuk anak-anak, yang sangat menambah keindahan obyek ini mempunyai pemandangan laut yang luas, serta udara sejuk dengan tumbuhnya pohon-pohon mahoni dan pohon kelapa yang rindang untuk menambah kesejukan suasana pantai.wisata indonesia surga Dunia

source: http://www.wisatanesia.com
Senin, Juni 27, 2011 | 0 komentar |


Pariaman Tujuan Wisata Islami




Pariaman, Padek—Untuk mewujudkan Kota Pariaman sebagai daerah tujuan wisata budaya yang Islami, Pemerintah Kota Pariaman terus berbenah. Di antaranya melengkapi infrastruktur di sejumlah objek wisata. Teranyar, Pemko Pariaman sukses membangun surau Pulau Anso Duo.


Surau yang berjarak dua kilometer dari lepas pantai Kota Pariaman ini menfasilitasi sarana ibadah bagi penziarah dan wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. Pasalnya di pulau itu, bermakam seorang ulama bernama Tuangku Katik Sangko yang diyakini sebagai salah seorang kerabat Syekh Burhanudin, penyebar agama Islam di Minangkabau.


Karena itu, secara ritual “Basyafa” yang berlangsung setiap tahun di Ulakan juga diikuti ziarah ke Makam Katik Sangko di Pulau Anso Duo.
“Surau ini sekaligus diharapkan sebagai benteng bagi warga Pariaman dan wisatawan untuk tidak melakukan kegiatan di luar norma agama dan adat di kawasan objek wisata. Ini sesuai dengan visi pembangunan daerah Kota Pariaman yang tertuang dalam RPJMD, mewujudkan Kota Pariaman sebagai tujuan wisata budaya yang Islami,” ujar Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya, kemarin (13/4).


Demi mewujudkan visi tersebut, maka dianggarkan dana sebesar Rp363.835.000 untuk pembangunan surau Anso Duo yang saat ini sudah selesai pembangunannya dan sudah bisa digunakan. Ke depan, Pemko Pariaman juga berencana membangun masjid raya di Pariaman, sebagai sarana ibadah yang representatif bagi warga dan wisatawan di Kota Pariaman.
Mukhlis berharap dengan banyaknya masjid di sekitar Pantai Pariaman, maka pantai tersebut terhindar dari aksi maksiat dan warganya senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai Islami.


Prinsip ini merujuk kepada pengelolaan wisata di Bali yang mengantarkan kota itu sebagai tujuan wisata utama di Indonesia. Namun tidak merusak tatanan agama dan adat di provinsi itu.
Artinya jika Bali membangun seribu pura di kawasan objek wisata, maka Pemko Pariaman juga berencana akan membangun banyak masjid atau mushala di kawasan objek wisata. Paling tidak di tiap pulau yang jadi tujuan wisata, ada satu mushala di sana.
Saat ini, ada lima pulau yang dikembangkan jadi objek wisata bahari di Kota Pariaman, Pulau Anso Duo, Pulau Kasiak, Pulau Pandan, Pulau Tangah dan Pulau Ujuang.


Kelima pulau tersebut terkenal dengan pasir putihnya. Warga yang ingin mengunjungi pulau tersebut bisa menyewa speedboat yang disediakan Pemko Pariaman, dengan harga Rp250 ribu per unit. Sedangkan untuk wisata budaya, pesta budaya tabuik masih menjadi ikon pariwisata di Pariaman. Guna melengkapi sarana dan prasarana wisata budaya tersebut, tahun ini diresmikan penggunaan rumah tabuik. bintang
Rumah ini berfungsi sebagai tempat pembuatan tabuik, sekaligus juga sebagai museum tabuik. Dengan demikian, tabuik akan hadir di Kota Pariaman, tidak saja sekali setahun. Namun warga maupun pengunjung dapat menikmati dan menggali informasi lebih dalam tentang tabuik setiap harinya.


Pembuatan rumah tabuik pasa dan subarang menghabiskan dana sebesar Rp2,3 miliar yang dibangun dana APBN. Sedangkan untuk pematangan tanah dan lahan serta pembangunan pagar kedua rumah tabuik ini menelan dana Rp1,71 miliar yang didukung melalui dana APBD Kota Pariaman

Source:minangforum.com
Senin, Juni 27, 2011 | 0 komentar |