McDonald's Terancam Bangkrut

 McDonald's Terancam Bangkrut
Lambang jaringan makanan McDonald's

NEW YORK—Perusahaan penyedia makanan cepat saji, Mc Donald’s terancam bangkrut jika krisis ekonomi zona euro terus berlanjut. Hal ini lantaran laba perusahaan-perusahaan AS sebagian besar berasal dari penjualan di luar negeri.

“Jika (ekonomi) zona euro runtuh, akan berdampak negatif luar biasa di perusahaan seperti McDonald’s, “ ujar managing director perdagangan LandColt, Todd Schoenberger seperti dikutip Reuters, Ahad (2/10).

Investor Amerika Serikat mulai khawatir laba perusahaan akan semakin menurun lantaran gejolak di Eropa dan tanda-tanda melemahnya ekonomi Cina. Mereka mencemaskan ekonomi global akan berujung ke dalam resesi yang akan meredam pertumbuhan pendapatan AS. Padahal saat ini, ekonomi AS masih berjuang untuk bangkit dari krisis sebelumnya.

Penjualan luar negeri perusahaan-perusahaan AS telah melebihi target beberapa tahun terakhir. Penjualan luar negeri perusahaan yang masuk kategori Standard & Poor (S &P) 500 mencapai rata-rata 30 persen. “Kami tidak mengharapkan pendapatan besar di kuartal terakhir karena sudah mendapat petunjuk hal itu tidak akan terjadi, “ ujar Todd.

Perusahaan baru yang telah merasakan penurunan laba yakni Ingersoll Rand Plc.  Sahamnya sempat anjlok 12,1 persen menjadi 28,09 dolar AS. Diperkirakan pendapatan tersebut akan terus turun.

Selain itu, kinerja perusahaan S&P 500 juga jatuh ke level terburuk sejak 2008. Mereka diperkirakan memangkas target untuk akhir tahun ini. Pendapatan S&P turun 14,3 persen pada kuartal ketiga dan kehilangan sekitar 1,7 triliun dolar AS.

republika.co.id/