Kakek Supardi Sujud di Rel lalu Ditabrak Kereta

Kakek Supardi Sujud di Rel lalu Ditabrak Kereta
TRIBUN MEDAN/DEDY SINUHAJI
ilustrasi
 
JAKARTA - Diduga stres,  kakek berumur 72 tahun yang diketahui bernama Supardi, warga RT 03 RT03 Sumurbatu, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, nekat bunuh diri dengan cara sujud di rel kereta api, di kawasan Cipinang Jagal, Jatinegara,  Jakarta Timur, Minggu (18/09/2011) pukul 08.30.
 
Tubuh korban hancur. Jasad korban langsung dievakuasi petugas ke RSCM untuk diotopsi.
Informasi yang berhasi dihimpun di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian, korban berjalan kaki menyusuri rel kereta api di kawasan tersebut. Oleh Nana Syahroni (38), seorang penjaga lintasan rel KA, korban diminta untuk menjauh dari rel sebab sesaat lagi akan melintas kereta api. Saat itu korban manut dan mau duduk di dalam pos penjagaan perlintasan rel KA.
“Korban sempat saya peringatkan agar tidak berada di rel kereta. Saya bilang daripada di rel kereta mending sini masuk ke pos duduk-duduk terus dia mau duduk di pos," katanya.
Namun belum lama korban duduk, sirine tanda kereta lewat pun berbunyi, sang kakek tersebut bangun dan kembali sujud di rel. Diduga korban sengaja dari awal untuk melakukan aksi nekat demi mengakhiri hidupnya.

Nana Syahroni, sempat berteriak pada korban agar menjauh karena kereta akan melintas. Bahkan sejumlah warga juga meneriakinya namun korban tetap acuh dan bersujud.
Tak lama kemudian, melaju kencang KA Argo Lawu dari Manggarai menuju Bekasi. Tubuh korban pun akhirnya hancur menjadi beberapa bagian ditabrak kereta kecepatan tinggi tersebut.

Sebagian tubuh korban sempat terseret kurang lebih 100 meter. Bahkan hingga saat ini bagian kepala korban belum ditemukan, kendati petugas dengan dibantu sejumlah warga telah mencarinya namun belum mendapatinya.
Serpihan tubuh korban pun dikumpulkan petugas dan dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Selanjutnya serpihan jasad korban yang tak utuh lagi itu dibawa ke RSCM, Jakarta Pusat.
 
source :tribunnews.com