Musisi Solo City Jazz Ngamen di Pasar Tradisional

Musisi Solo City Jazz Ngamen di Pasar Tradisional
TRIBUN JOGJA
Musisi Jazz Solo ngamen di pasar tradisional

SOLO - Meski tak sedang tampil di atas panggung, Diah Ayu tetap tampil energik saat bernyanyi di Pasar Gede. Ia adalah satu dari tiga musisi Solo City Jazz yang melakukan aksi ngamen di pasar-pasar tradisional. Dara berambut lurus panjang itu berhasil membius pedagang seisi pasar saat menyanyikan lagu Suwe Ora Jamu yang ia bawakan dalam versi jazz.


Suasana pasar tradisional yang menjual buah dan sayur mayur itu langsung ramai saat para musisi Solo City Jazz tiba, sekitar pukul 10.00. Tak ada panggung, tata lampu atau kursi penonton. Hanya jalan setapak yang cukup untuk persimpangan dua orang persis di depan pintu masuk pasar sebagai tempat pentas. Diah mendapat giliran pertama pentas menghibur para pedagang dan pembeli.

Dara manis berambut sebahu ini membuka penampilannya lewat lagu karyanya sendiri berjudul Hey Baby. Mengenakan pakaian batik cokelat dan celana jeans hitam, tampil energik saat berjoget dan bernyanyi. Meski di sekelilingnya terdapat dagangan berupa mangga, pisang, beras hingga ikan asin, ia tetap bersemangat tampil. "Ini pengalaman pertama saya tampil di pasar tradisonal di kota Solo," katanya, Sabtu (24/9/2011).
Meski semua pasang mata seisi pasar tertuju padanya, namun respon pedagang dan pembeli tak begitu antusias menikmati lagu perdananya itu. Para pembeli dan pedagang tampak antusias saat Diah yang merupakan personil group jazz Jited ini menyanyikan lagu Suwe Ora Jamu. Karena telinga masyarakat Solo sudah sangat familiar dengan lagu ini, para penghuni pasar pun ikut bernyanyi, bertepuk tangan, bahkan berjoget. Terlebih Diah saat itu membawakan lagu tersebut dalam versi jazz.

"Saya tak begitu fasih bahasa Jawa. Tapi kalau ada orang ngomong (bahasa Jawa) saya paham. Tak ada persiapan khusus untuk menyanyikan `Suwe Ora Jamu', sebab saya sudah hafal lagu itu," katanya lagi. Diah menyanyikan lagu itu saat menuruti celotehan pedagang secara tiba-tiba yang merequest lagu berbahasa Jawa. Hari itu, Diah total membawakan empat lagu. Dua lagu lainnya yakni Na Na Na,  dan Prahara Cinta.
Iswantini (31), seorang pedagang beras dan buah-buah mengaku sangat terhibur dengan aksi ngamen musisi jazz di tempatnya berjualan itu. Meski sedikit terganggu lantaran dagangannya menjadi sepi, ia senang mendapatkan hiburan gratis terutama saat lagu Suwe Ora Jamu kegemarannya dinyanyikan dalam versi jazz. "Ya agak terganggu karena tempat pentasnya di depan saya. Tapi ndak apa-apa, dapat hiburan musik jazz gratis kok. Jarang-jarang ada seperti ini," katanya yang sudah 7 tahun berjualan ini.

Selain Diah, ada dua musisi peserta Solo City Jazz lainnya yang tampil yakni Healthybody dan Zarro N Devega. Menurut Heru Mataya Koordinator Acara, kegiatan itu sengaja digelar untuk mengenalkan musik jazz pada para pedagang. Selain juga untuk menganggkat nama pasar melalui musik jazz. "Musik jazz bukan hanya untuk kalangan menengah ke atas saja. tetapi juga bisa dinikmati pedagang," katanya. selain Pasar Gede, para musisi juga ngamen di Pasar Klewer dan Pasar Triwindu.

source :tribunnews.com